Ajang Pertemuan T20 Resmi Diselenggarakan, Inilah Pusat Perhatiannya.

Acara resmi The Think20 (T20) Summit dimulai pada hari Senin (5/9) di Hotel Hilton, Bali. Agenda selama dua hari ini akan membahas sejumlah isu terkini di tingkat global. Bambang Brodjonegoro, sebagai Lead Co-Chair T20, menyatakan bahwa T20 adalah bagian integral dari Presidensi G20 yang berfungsi sebagai platform pemikiran dan penelitian mengenai isu-isu terkini. Lembaga ini dianggap sebagai ‘bank ide’ yang didirikan untuk memberikan rekomendasi kebijakan berdasarkan riset kepada para pemimpin dunia di ajang G20 pada bulan November mendatang. “Rekomendasi dari T20 dapat memberikan kontribusi tambahan bagi para pemimpin G20 dalam memahami isu-isu terkini secara lebih mendalam,” ujarnya, dalam pembukaan T20 Summit pada hari Senin (5/9).
Bambang menyatakan bahwa T20 Indonesia memfokuskan diri pada beberapa isu strategis seperti pemulihan ekonomi yang inklusif, restrukturisasi arsitektur kesehatan global, transformasi digital, percepatan transisi energi, dan mendorong kolaborasi solid di komunitas global. Bambang mengakui bahwa salah satu tantangan utama dalam perundingan G20 adalah aspek inklusivitas. Menurutnya, narasi isu-isu global saat ini masih didominasi oleh suara dari negara-negara maju (Northern Voice). Padahal, menurutnya, negara-negara berkembanglah yang paling terkena dampak krisis global saat ini. Ia mendorong agar suara dari negara-negara berkembang lebih didengar di kancah global. Sebagai lembaga Think Tank, T20 telah mengumpulkan 764 abstrak dan menghasilkan 130 policy brief yang melibatkan lebih dari 200 peneliti dari seluruh dunia. T20 juga menyelenggarakan tiga acara utama, yaitu Global Solutions Summit, Global Policy Forum, dan Global Dialogue.
Bambang melanjutkan dengan menyatakan bahwa dalam perundingan G20, para pemimpin dunia dihadapkan pada tantangan untuk duduk bersama mencari solusi terhadap berbagai persoalan global yang saat ini melanda. Mulai dari krisis keuangan, penanganan pandemi Covid-19, dampak perubahan iklim, hingga perkembangan terkini perang Rusia-Ukraina. “Kesuksesan Presidensi G20 Indonesia akan memberikan dorongan bagi momentum gelaran G20 selanjutnya di India, Brasil, dan Afrika Selatan,” ujar Bambang. Agenda T20 Summit akan berlangsung selama dua hari berturut-turut di Hotel Hilton, Nusa Dua, Bali. Selama dua hari tersebut, para pakar akan membahas isu-isu krusial seperti transisi energi, investasi hijau, sistem pangan global, transformasi digital, sistem kesehatan global, hingga upaya mengatasi perubahan iklim.

