• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Rumus Kimia dan Nama-nama Senyawa

    Rumus Kimia dan Nama-nama Senyawa

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 04/12/2023

    Rumus Kimia

    Perhatikanlah proses pembakaran kayu sebagai contoh reaksi kimia, di mana kayu yang terbakar mengalami perubahan fisik dan menghasilkan abu, gas CO2, dan uap air. Hasil pembakaran tersebut tidak dapat dikembalikan ke bentuk asalnya sebagai kayu. Menurut informasi dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, simbol yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu molekul dikenal sebagai rumus kimia, yang erat kaitannya dengan tatanama senyawa. Rumus kimia menyajikan informasi tentang jenis dan jumlah atom secara relatif dalam suatu zat, dengan angka indeks yang menyatakan jumlah atom unsur dalam rumus kimia. Rumus molekul menggambarkan jumlah atom dari unsur yang membentuk satu molekul senyawa, seperti contohnya rumus molekul air (H2O), yang menunjukkan adanya dua atom hidrogen dan satu atom oksigen dalam satu molekul air. Sementara itu, rumus empiris menyatakan perbandingan terkecil atom-atom unsur dalam suatu senyawa. Rumus kimia senyawa ion, seperti natrium klorida (NaCl), adalah contoh rumus empiris dengan perbandingan 1:1 antara ion Na+ dan ion Cl-.

    Beberapa unsur membentuk molekul-molekul, seperti gas oksigen (O2), di mana rumus kimianya mencerminkan bahwa molekul oksigen terdiri dari dua atom oksigen. Meskipun banyak senyawa memiliki rumus molekul yang sama dengan rumus empirisnya, senyawa molekul memiliki rumus molekul tambahan, sedangkan senyawa ion hanya memiliki rumus empiris. Oleh karena itu, setiap senyawa dengan rumus molekul pasti memiliki rumus empiris, tetapi yang memiliki rumus empiris belum tentu memiliki rumus molekul. Adapun dalam penamaan ilmiah suatu unsur, asal-usulnya dapat bervariasi, mungkin berdasarkan warna unsur, salah satu sifat khasnya, atau nama seorang ilmuwan yang berjasa. Untuk menghindari kontroversi dalam penamaan, Persatuan Kimia Murni dan Kimia Terapan (IUPAC) menetapkan aturan penamaan dan lambang untuk unsur-unsur baru. Aturan ini mencakup penggunaan akhiran “ium” untuk nama unsur, baik itu logam atau nonlogam, yang didasarkan pada nomor atom unsur dengan menggunakan serangkaian akar kata. Lambang unsur, yang merupakan tanda atom, terdiri dari tiga huruf yang merupakan rangkaian huruf awal dari akar kata yang mencerminkan nomor atom unsur tersebut.

    Meskipun demikian, aturan penamaan IUPAC jarang digunakan, dan ada beberapa sistem penamaan alternatif yang didasarkan pada rumus kimia senyawa. Salah satunya adalah tatanama senyawa biner, di mana senyawa ini terbentuk dari dua jenis unsur yang berbeda, biasanya unsur logam sebagai kation (ion positif) dan unsur nonlogam sebagai anion (ion negatif). Inilah cirinya: Unsur yang berada di posisi pertama dinamai sesuai dengan nama unsur tersebut, sementara unsur yang berada di posisi kedua dinamai dengan menambahkan akhiran -ida ke nama unsurnya. Jumlah atom unsur diidentifikasi menggunakan angka Latin bila perlu. Contohnya: NO (nitrogen monoksida), NO2 (nitrogen dioksida), AlCl (alumunium klorida). Senyawa biner yang terdiri dari dua nonlogam dianggap sebagai molekul, bukan ion-ion. Penamaannya mengikuti pola dengan menggunakan awalan angka Yunani yang menunjukkan jumlah atom nonlogam, diikuti dengan jumlah atom nonlogam diakhiri dengan akhiran -ida. Awalan angka Yunani ini meliputi Mono (1), Di (2), Tri (3), Tetra (4), Penta (5), Heksa (6), Hepta (7), Okta (8), Nona (9), dan Deka (10). Contohnya: CO (Karbon monoksida), N2O5 (Dioksida pentaoksida), PCl5 (Fosfor pentaklorida).

    Senyawa yang terbentuk dari ion-ion poliatomik dibedakan antara ion atom tunggal (ion monoatom) dan ion yang terdiri dari gabungan beberapa unsur, disebut ion poliatomik. Cara memberi nama senyawa yang terbentuk dari kation dan anion poliatomik adalah dengan menyebut nama logam kation diikuti oleh nama anionnya.Khusus untuk logam dari golongan B, penamaan senyawa disesuaikan dengan nilai oksidasi unsur tersebut dalam senyawanya. Sebagai contoh: NH4Cl (amonium klorida), NaNO3 (natrium nitrat), MgSO4 (magnesium sulfat). Dalam pemberian nama senyawa ion poliatomik, beberapa hal perlu diperhatikan, seperti sebagian besar ion poliatom cenderung bermuatan negatif, kecuali ion amonium. Hampir semua ion poliatom mengandung oksigen, kecuali CN- dan NH4+. Suatu senyawa umumnya bersifat netral. Oleh karena itu, jika suatu senyawa belum bersifat netral, muatan ion yang berbeda harus disamakan terlebih dahulu dengan menambahkan angka indeks.

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    Ajang Pertemuan T20 Resmi Diselenggarakan, Inilah Pusat Perhatiannya.
    04/12/2023

    Next post

    Menangani Pencetakan yang Terpotong (Terputus).
    04/12/2023

    You may also like

    Alami
    Memanfaatkan Air untuk Tenaga Listrik Alami: Solusi Energi Ramah Lingkungan
    10 July, 2026
    segar
    Tips Udara Ruangan agar Lebih Segar: Cara Mudah Menciptakan Lingkungan yang Sehat dan Nyaman
    9 July, 2026
    dokumen bekas
    Pemanfaatan Dokumen Bekas untuk Pembuatan Pupuk Organik
    8 July, 2026

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    https://bktaruna.uma.ac.id/

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area