• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Terminasi Kebijakan

    Terminasi Kebijakan

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 02/11/2022
    terminasi
    Illustrasi : Terminasi Kebijakan , Sumber : Kompasiana.com

    Kebijakan merupakan sebuah tindakan atas fenomena sebuah masalah publik. Dalam proses kebijakan dikenal istilah terminasi kebijakan. Dunn dalam Subarsono (2015) mengungkapkan tahapan dalam kebijakan terdiri dari agenda, perumusan masalah, formulasi masalah, adopsi kebijakan dengan mempertimbangkan rekomendasi, implementasi, dan evaluasi kebijakan. Dalam menilai sebuah keberhasilan kebijakan perlu adanya assessment tersendiri apakah kebijakan tersebut layak diteruskan, dikembangkan, atau dihentikan. Terminasi kebijakan dalam hal ini lebih kepada penghentian kebijakan yang disengaja dilakukan oleh pemerintah dari fungsi pemerintah, program, organisasi, dan kebijakan. Penjelasan terkait dijelaskan sebagai berikut:

    • Fungsi pemerintah, menyangkut pelayanan yang disediakan oleh pemerintah kepada warga;
    • Program, mengangkut strategi jangka dekat dalam menyelesaikan masalah dan terdapai tujuan;
    • Organisasi, menyangkut hal yang paling peka terhadap terminasi kebijakan dan merupakan wadah dalam kebijakan tersebut;
    • Kebijakan, menyangkut strategi pemecahan masalah tertentu..

    Istilah kebijakan dan program sengaja dipisahkan karena adanya sebuah perbedaan, kebijakan adalah sebuah pernyataan yang berisi harapan yang ingin dicapai oleh pemerintah, sedangkan program adalah alat yang didesain untuk mencapai sebuah harapan sehingga sebuah penggantian program tidak akan menciptakan pengaruh terhadap kebijakan secara umum.

    Terminasi kebijakan terjadi saat kebijakan telah seleai dilaksanakan atau sebuah kebijakan dinilai tidak efektif dalam pencapaian tujuan, contoh kondisi yang dapat menciptakan hal ini adalah karena adanya perubahan pemerintahan atau sentiment public. Proses ini bisa terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara tujuan awal dan/atau saat pemilu dengan realisasi kebijakan. Terminasi kebijakan dapat dilakukan setelah dilakukannya kajian evaluasi terhadap kebijakan itu sendiri. Kesulitan dalam melakukan terminasi kebijakan disebabkan oleh banyaknya konflik kepentingan dan nilai dalam sebuah kebijakan serta biasnya ukuran keberhasilan atau kegagalan kebijakan itu sendiri serta tidak adanya pengakuan kesalahan dari seorang pemimpin akan kebijakan itu sendiri. Selain itu, adanya biaya yang telah dikeluarkan menyebabkan keengganan dalam sebuah terminasi kebijakan.

    Graddy dan Ye dalam Subarsono (2015) lebih lanjut menjelaskan alasan dalam terminasi kebijakan yaitu:

    • Masalah fiskal, sebuah kebijakan bergantung dari besarnya anggaran yang diterapkan, ketika anggaran tidak mencukupi maka akan sulit untuk mengulang kembali dari awal kebijakan itu sendiri;
    • Kegagalan organisasi, masalah kebijakan tak lepas dari masalah organisasi yang merupakan penggeran dari kebijakan itu sendiri;
    • Ideologi politik, masalah ini berkaitan dengan tekanann dari stakeholder, organisasi, nilai, dan kepentingan yang berusaha untuk resisten akan adanya perubahan kebijakan;
    • Karakteristik kebijakan, ukuran dari kebijakan atau adanya tuntutan dalam sebuah kebijakan merupakan hal yang berpengaruh dalam terminasi kebijakan.

    Terminasi kebijakan diperlukan untuk sebuah perbaikan dengan kata lain akan menciptakan sebuah ruang dan kondisi yang memungkinkan adanya perubahan dalam sebuah kebijakan untuk mencapai indicator keberhasilan yang lebih tinggi. Bauer lebih lanjut menjelaskan mengapa terminasi kebijakan sulit diterapkan adalah sebagai berikut:

    • Faktor ideologi, perilaku politik dari actor kebijakan akan mempengaruhi secara kuat apakah kebijakan tersebut diteruskan atau diterminasi karena setiap aktor memiliki ideology dan nilai masing-masing;
    • Suksesi, yaitu penggambaran proises awal dan akhir yang menuntut adanya proses perubahan yang dinamis atau hanya dimodifikasi tanpa harus diterminasi;
    • Ketidakrelevanan praktis, merupakan kondisi menunjukkan adanya praktek dari kebijakan yang dinilai baik meskipun pada nyatanya perlu melakukan perbaikan.

    Lebih lanjut DeLeon menggambarkan adanya variable utama dalam terminasi kebijakan yaitu:

    1) Inherent characteristics, yaitu unsur yang melekat dalam tujuan dan tidak bisa dimanipulasi oleh setiap individu. Dalam hal ini yang harus dipertimbangkan adalah:

    • Alasan sebuah kebijakan;
    • Usia organisasi yang sudah terbiasa akan adanya penolakan sebuah perubahan;
    • Invisibility, yaitu kondisi yang menunjukkan tidak berpengaruhnya terminasi dalam kebijkana;
    • Kompleksitas, yaitu target dan tujuan yang kompleks sehingga menimbulkan sebuah kebiasan;
    • Distribusi manfaatm yaitu banyaknya rakyat yang menerima manfaat dari terminasi kebijakan.

    2) Lingkungan politik, terdiri dari:

    • Ideologi polotik yang berlaku;
    • Ukuran, kekuatan, dan determinasi sebuah koalisi dalam pemerintahan yang menyebabkan akan banyaknya suara dan kepentingan;
    • Kecepatan, yang semakin berusaha untuk adanya terminasi kebijakan

    3) Adanya hambatan, yaitu hambatan menolak perubahan, dinamika kelompk, hukum yang kurang mendukung, dan ketakutan akan adanya perubahan.

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    [Rabu, 02 November 2022] [15:00] Undangan BIMTEK Dosen UMA
    02/11/2022

    Next post

    Masa Depan ODS, E-Commerce, dan Fintech
    02/11/2022

    You may also like

    Cara Meningkatkan Produktivitas Tanpa Harus Bangun Pagi
    30 January, 2026

    Produktif nggak selalu harus bangun pagi kok. Yang penting itu ngatur energi, bukan jam alarm. Ini beberapa cara meningkatkan produktivitas tanpa maksa jadi “morning person” 😄 1. Kenali Jam Emas Versi Kamu Ada orang yang otaknya baru “nyala” siang atau …

    Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Anak Muda
    27 January, 2026

    Anak muda itu kreatif dan berani ambil risiko—sayangnya, urusan uang sering jadi korban 😅Ini kesalahan finansial yang paling sering dilakukan anak muda, plus sedikit konteks biar relate: Tidak Punya Anggaran (Budgeting) Uang datang, uang pergi. Tanpa tahu ke mana perginya.Banyak …

    Apa Itu AI dan Bagaimana Dampaknya bagi Kehidupan Sehari-hari
    24 January, 2026

    AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan adalah teknologi yang memungkinkan mesin atau sistem komputer meniru cara berpikir dan belajar manusia. AI bisa mengenali pola, memahami bahasa, membuat keputusan, bahkan belajar dari pengalaman tanpa harus diprogram ulang secara manual. Contoh Sederhana …

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    logo-lke-uma

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area