Masa Depan ODS, E-Commerce, dan Fintech

Perkembangan digital akan membawa banyak perubahan ke depannya termasuk On Demand Services (ODS), adapun ODS yang berpotensi mengalami perubahan yaitu:
a. Logistik
Perkembangan ekonomi digital telah banyak membawa perubahan khususnya masa dalam paket dan surat menyurat yang lebih banyak. Selama beberapa tahun ke depan platform digital akan mendominasi dan menentukan perusahaan mana yang akan bertahan. World Economic Forum dalam Adiningsih (2019) menjelaskan ada lima bagian yang akan bertransformasi yaitu:
- Layanan informasi digital
- Internet of things menjadikan proses lebih efisien dan menyederhanakan supply chain yang ada. Logistik akan menjadi lebih cepat khususnya mengenai pelacakan asset, Manajemen inventaris, dan kinerja pegawai. Aktivitas tersebut akan dideteksi untuk bahan pengambilan keputusan.
- Jasa logistic dengan same day delivery
- Konsumen yang menginginkan paketnya datang lebih cepat menjadikan kedepannya akan lebih banyak same day, salah satunya seperti FedEX dan DHL.
- Jasa pengiriman barang
- Logistik akan memanfaatkan drone dan autonomous truck agar pengiriman berlangsung dengan efisien. Drone tersebut akan menjadi pengganti kendaraan logistic jarak jauh dengan layanan yang lebih murah dan ramah emisi serta biaya yang lebih murah. Data World Economc Forum menjelaskan teknologi ini akan mengurangi 15 juta metric ton emisi dan mencegah 4000 kematian kecelakaan dalam setahun. Autonomous akan menawarkan manfaat seperti menghemat bahan bakar hingga 12% dibandingkan dengan truk tradisional. Teknologi ini juga menjadikan pengemudi dapat mengontrol dua atau lebuh kendaraan secara bersamaan. Akan ada $30 miliar yang dihemat dan mengurani 25 juta metric ton emisi.
- Circular economy
- Sistem ekonomi yang ramah lingkungan akan menyebabkan zero waste melalui daur ulang dan produksi ulang.
- Sharing economy
- Penggunaan kendaraan dan gudang bersama dapat mengurangi ongkos logistic serta dapat mengurangi efek rumah kaca dan emisi lainnya. Data World Economic Forum memprediksi akan ada penghematan $30 milliar biaya operasi dan pengurangan 680 metrik ton dalam setahun. Join gudang juga akan mengurangi jarak tempuh. Tahun 2025 akan ada peningkatan 20% sharing werehouse.
b. Industri pengolahan otomotif
Dalam otomotif, otonom akan semakin berkembang dan daoat mencari parker sendiri, mengatur sistem self driving ketika macet, dan pengendara dapat mengerjakan hal lain selama mengendara. Ke depannya, kendaraan listrik akan berkembang pesat dan terhubung dengan internet yang mengintegrasikan kamera, radar, sensor cerdas yang mendeteksi peringatan tabrakan, jelajah, dan rem otomatis.
Preferensi akan terjadwal secara otomatis, masa ketika ada agenda batal, maka kendaraan akan memberitahu dan menuju agenda berikutnya. Teknologi telematik untuk mengukur perilaku pengemudi akan dijadikan bahan sebagai kelayakan dalam mengendarai dan kelayakan dalam asuransi. Adapun asuransi akan berbasis usage based insurance yang menyesuaikan dengan pemakaian pengendara termasuk pemberian insentif kepada pengendara yang patuh dan mengurangi klaim asuransi.
Layanan car sharing juga akan berkembang dengan kendaraan yang dapat ditumpangi beberapa pengguna secara bersamaan. Layanan ini akan dijumpai kendaraan dengan pengemudi atayu tanpa pengemudi.
c. Kesehatan
Kemajuan teknologi akan berdampak terhadap sektor kesehatan. Penggunakaan aplikasi kesehatan online dan mobile seperti holodoc, inovasi seperti 3D printing, AI akan menjadi marak. Kedepannya rumah sakit akan menjadi tempat singgah termasuk kebutuhan inap karena hanya akan dijadikan sebagai tempat diagnosis. Selain itu, tidak ada lagi antrean menunggu dalam mendonor karena organ, jaringan, tulang akan dicetak dengan printer 3D. Dokter spesialis tak lagi menggunakan pisau bedah karena robot akan menyebar ke organ yang dituju. Resep obat kedepannya hanya dengan satu perangkat dan pasien akan menerima informasi dan resep yang diperlukan.
Salah satu yang akan berkembang adalah operasi jarak adalah koneksi 5G. Salah satu contoh yang sudah menerapkan adalah RSU Tiongkok yang bekerja sama dengan perusahaan Huawei dalam melakukan operasi. Operasi dilakukan selama 3 jam menggunakan teknologi 5G Huawei dengan tidak ada kendala jeda video. Selanjutnya, akan dikembangkan kapsul dengan teknologi 3D pronting yang dimasukkan ke tubuh dan terkoneksi dengan telepon pintar. Kapsul tersebut dirancang untuk infeksi, alergi, dan reaksi lainnya.

