• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Sikap Demokrasi di Kehidupan Keseharian

    Sikap Demokrasi di Kehidupan Keseharian

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 02/01/2023

    Sikap Demokrasi

    Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang mengijinkan dan memberikan hak, kebebasan kepada warga negaranya untuk berpendapat serta turut serta dalam pengambilan keputusan di pemerintahan. Inti dari demokrasi merupakan kebebasan berpendapat. Kita biasanya berpikir demokrasi hanya sebatas suatu bentuk pemerintahan atau sistem politik, namun demokrasi juga dapat dijadikan sebagai sikap/gaya hidup sehari hari. Berikut ini beberapa contoh penerapan sikap demokrasi di kehidupan keseharian :

    1. Bersikap Egaliter

    Egaliter atau egalitarianisme adalah paham bahwa semua manusia harus diperlakukan sama. Persamaan manusia merupakan landasan dan syarat terbentuknya demokrasi yang sejati. Karena, demokrasi merupakan sistem terbuka untuk semua individu dan kelompok untuk berpartisipasi, berkontribusi, dan menyuarakan pendapat. Sehingga, persamaan dalam memandang manusia akan menghasilkan ketulusan dalam mendengarkan pendapat satu sama lain yang menghasilkan jawaban dan kesepakatan yang terbaik bagi semua pihak.

    Contoh penerapan sikap persamaan manusia dalam kehidupan sehari hari adalah tidak memilih milih teman.  Sering kali, saat kita bertemu dengan orang baru, muncul penilaian negatif di pikiran kita baik secara langsung maupun tidak langsung. Biasanya itu disebabkan oleh faktor fisik, seperti penampilan dan warna kulit. Dan faktor non fisik, seperti suku, ras, gaya bahasa, latar belakang, dll. Menurutku, mulai sekarang kita harus berusaha untuk menghapus cara pandang seperti itu dan mulai mempratikkan cara pandang egaliter yaitu bahwa semua manusia sama. Dari sikap dan cara pandang ini, akan lahir sikap optimisme.

    Yakni sikap optimis dan positif bahwa semua manusia sama saat bertemu dan berkenalan dengan orang baru. Kita tidak boleh menilai orang lain itu baik atau jahat sebelum kita mengenalnya lebih dekat. Menurut Islam, semua manusia dilahirkan dalam keadaan suci dan bersih dan manusia itu memiliki sifat secara alami/natural merindukan dan mencari yang benar dan baik. Sehingga, sikap kita saat bertemu dengan orang baru adalah bahwa semua orang adalah orang baik. Sikap ini akan melahirkan lagi sikap sikap positif yang lain dalam kehidupan sosial kita.

    2. Bertanggung Jawab dengan yang Kita Ucapkan

    Saat membicarakan sikap demokrasi di Indonesia pasti juga membicarakan mengenai kebebasan berbicara dan mengutarakan pendapat. Itu merupakan hal yang tidak salah, karena demokrasi menuntut partisipasi semua pihak dan pendapat juga merupakan salah satu bentuk partisipasi dan kontribusi. Namun, satu hal yang sering dilupakan dalan menyuarakan kebebasan berbicara adalah terdapat juga tanggung jawab pribadi dengan apa yang kita bicarakan. Karena, demokrasi dan kebebasan berbicara bukan berarti kebebasan tak terbatas. Menurut Bung Hatta, kebebsan yang tak terbatas justru akan menimbulkan chaos atau kekacauan.

    Cukup sering kutemui dari komentar komentar di media sosial, banyak orang mengutarakan pendapat dengan bahasa dan tutur kata yang kurang baik, sehingga lebih terdengar seperti hujatan dan makian daripada pendapat dan saran. Saat ditegur, mereka akan bersembunyi dibalik kalimat “kita ini negara demokrasi dan kita bebas untuk berbicara”. Padahal sesuai dengan UU No. 39 Tahun 199 Pasal 23 ayat (2) telah disebutkan bahwa pendapat seseorang harusnya memperhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan bangsa. Menurutku, demokrasi yang sejati adalah kebebasan berpendapat dan berbicara wajib disertai dengan tanggung jawab pribadi yang besar dengan apa yang disampaikan.

    Kita seharusnya bisa menyampaikan saran dan pendapat tanpa perlu menyakiti perasaan orang yang kita tuju dengan bahasa dan pilihan kata yang kasar dan kurang enak didengar. Karena, saran bagiku harus bersifat konstruktif/membangun bukan justru destruktif/menghancurkan. Jika saran yang diberikan enak dibaca dan menggunakan bahasa yang sopan dan baik pasti si penerima saran akan senang dan berterimakasih karena sudah diberi tahu titik kesalahnnya sehingga ia bisa memperbaiki diri. Namun, jika sarannya menggunakan bahasa yang kurang menyenangkan, sang penerima justru akan bersedih dan merasa kecil hati dan itu telah merusak esensi dari saran itu sendiri, yaitu membangun bukan mengghancurkan.

    3. Rendah Hati dan Terbuka

    Saat membicarakan sikap demokrasi di Indonesia pasti juga membicarakan mengenai kebebasan berbicara dan mengutarakan pendapat. Itu merupakan hal yang tidak salah, karena demokrasi menuntut partisipasi semua pihak dan pendapat juga merupakan salah satu bentuk partisipasi dan kontribusi. Namun, satu hal yang sering dilupakan dalan menyuarakan kebebasan berbicara adalah terdapat juga tanggung jawab pribadi dengan apa yang kita bicarakan. Karena, demokrasi dan kebebasan berbicara bukan berarti kebebasan tak terbatas. Menurut Bung Hatta, kebebsan yang tak terbatas justru akan menimbulkan chaos atau kekacauan.

    Cukup sering kutemui dari komentar komentar di media sosial, banyak orang mengutarakan pendapat dengan bahasa dan tutur kata yang kurang baik, sehingga lebih terdengar seperti hujatan dan makian daripada pendapat dan saran. Saat ditegur, mereka akan bersembunyi dibalik kalimat “kita ini negara demokrasi dan kita bebas untuk berbicara”. Padahal sesuai dengan UU No. 39 Tahun 199 Pasal 23 ayat (2) telah disebutkan bahwa pendapat seseorang harusnya memperhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan bangsa. Menurutku, demokrasi yang sejati adalah kebebasan berpendapat dan berbicara wajib disertai dengan tanggung jawab pribadi yang besar dengan apa yang disampaikan.

    Kita seharusnya bisa menyampaikan saran dan pendapat tanpa perlu menyakiti perasaan orang yang kita tuju dengan bahasa dan pilihan kata yang kasar dan kurang enak didengar. Karena, saran bagiku harus bersifat konstruktif/membangun bukan justru destruktif/menghancurkan. Jika saran yang diberikan enak dibaca dan menggunakan bahasa yang sopan dan baik pasti si penerima saran akan senang dan berterimakasih karena sudah diberi tahu titik kesalahnnya sehingga ia bisa memperbaiki diri. Namun, jika sarannya menggunakan bahasa yang kurang menyenangkan, sang penerima justru akan bersedih dan merasa kecil hati dan itu telah merusak esensi dari saran itu sendiri, yaitu membangun bukan mengghancurkan.

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    Kemenkeu Beri Sinyal Skema Subsidi Listrik dan LPG Tertutup Mulai 2023
    02/01/2023

    Next post

    Ijazahmu Tak Menjamin Bidang Pekerjaanmu
    02/01/2023

    You may also like

    air sumur
    Tips dan Trik Menjernihkan Air Sumur Bor yang Kuning
    13 July, 2026
    listrik
    Pengembangan Listrik Mandiri Sederhana untuk Rumah Pribadi
    11 July, 2026
    Alami
    Memanfaatkan Air untuk Tenaga Listrik Alami: Solusi Energi Ramah Lingkungan
    10 July, 2026

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    https://bktaruna.uma.ac.id/

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area