Petunjuk Komprehensif Membuat Terrarium, Taman Mini Dalam Kontainer Kaca

Terrarium merupakan wadah berkebun indoor yang dapat mempercantik ruangan. Selain berfungsi sebagai dekorasi rumah, terrarium juga dapat dijadikan sebagai hadiah. Biasanya, terrarium terbuat dari wadah kaca seperti mangkuk akuarium, dan dapat dibuat sendiri di rumah. Menurut informasi dari The Spruce pada Kamis (3/3/2022), terrarium dapat memiliki penutup sepenuhnya, meskipun beberapa orang membiarkan sebagian terbuka untuk memungkinkan sirkulasi udara. Proses pembuatan terrarium sendiri tidaklah sulit. Berikut adalah langkah-langkah petunjuk membuat terrarium di rumah. Bahan dan peralatan yang diperlukan meliputi sendok besar atau sekop taman, gunting atau gunting taman kecil untuk memangkas akar tanaman, botol semprotan, wadah kaca tanpa lubang drainase, dan wadah berpenutup jika ingin membuat terrarium tertutup. Selain itu, diperlukan kerikil akuarium atau batu pecah kecil, arang aktif, tanaman terrarium, campuran pot steril yang sedikit lembap, selapis lumut (sheet moss), dan elemen dekoratif jika diinginkan. Dalam memilih wadah terrarium, dapat menggunakan wadah transparan, baik plastik maupun kaca. Pastikan wadah memiliki “mulut” yang lebar untuk memudahkan penataan material seperti drainase, tanah, tanaman, dan elemen dekoratif. Terrarium dapat dipilih yang tertutup atau terbuka, dengan catatan terrarium terbuka memiliki kecenderungan lebih sedikit masalah terkait kondensasi dan penyakit jamur. Dalam memilih tanaman untuk terrarium, beberapa penjual menyediakan tanaman mini yang cocok. Pilih tanaman dengan ukuran daun, tekstur, dan warna yang berbeda untuk menciptakan tampilan yang menarik. Terrarium berukuran besar dapat menampung tanaman hias yang lebih besar, tetapi hindari tanaman dengan pertumbuhan cepat atau daun lebar yang dapat menutupi sinar matahari bagi tanaman kecil. Pilih tanaman yang sesuai dengan kondisi cahaya rendah hingga medium dan toleran terhadap kelembapan. Hindari kaktus dan sukulen, dan sebagai alternatif, pertimbangkan tanaman seperti African Violet, sirih gading, polka dot plant (Hypoestes phyllostachya), pakis kecil, dan lucky bamboo.
Terrarium tidak dilengkapi dengan lubang drainase, oleh karena itu, diperlukan pembuatan lapisan drainase agar air tidak mencapai akar tanaman. Langkah awal adalah menempatkan kerikil akuarium atau batu pecah kecil dengan ketebalan sekitar lima sentimeter. Besarnya ketebalan ini bergantung pada jenis terrarium, di mana wadah yang tinggi dan sempit membutuhkan lapisan drainase yang lebih dalam dibandingkan dengan wadah yang lebih luas dan dangkal. Berikutnya, gunakan sendok besar atau sekop taman untuk menambahkan lapisan arang aktif setebal 0,6 sentimeter hingga 1,2 sentimeter di atas lapisan batu. Tujuan petunjuk membuat dari lapisan ini adalah untuk membantu dalam drainase dan mengontrol aroma yang mungkin timbul. Letakkan lumut dan campuran pot seperti yang terlihat pada ilustrasi. Langkah berikutnya adalah menempatkan lapisan lumut di atas arang agar campuran pot yang ditempatkan selanjutnya tidak bercampur dengan arang dan batu. Setelah lapisan tersebut diletakkan, menggunakan sendok besar atau sekop taman untuk meletakkan campuran pot yang lembap dengan ketebalan sekitar lima sentimeter. Pastikan ketebalannya mencukupi untuk memasukkan tanaman ke dalam wadah terrarium. Perlu diperhatikan bahwa tanaman dapat tumbuh tanpa menyentuh bagian atas terrarium jika wadah tersebut tertutup. Terkait dengan campuran pot, tidak perlu menggunakan petunjuk membuat campuran yang sudah mengandung pupuk tambahan, karena tanaman terrarium tidak memerlukan tambahan pupuk. Persiapkan tanaman sebelum menempatkannya di terrarium dengan menentukan desain tampilan yang diinginkan, seperti menentukan posisi untuk tanaman yang tinggi dan yang rendah. Setelah itu, lepaskan tanaman dari pot masing-masing. Jika akar tanaman telah sepenuhnya mengisi ruang dalam pot dan membentuk jaringan akar yang rapat (rootbound), pisahkan akar tersebut. Gunakan gunting kecil untuk memangkas beberapa akar tanaman yang lebih panjang. Tindakan ini, yang dikenal sebagai root pruning, dapat membantu menghambat pertumbuhan tanaman, suatu langkah yang penting saat menanam tanaman di dalam terrarium. Selanjutnya, potong daun yang menguning atau rusak.
Tempatkan tanaman di dalam terrarium dengan membersihkan sisa-sisa tanah pada tanaman dan menggunakan sendok panjang atau jari untuk membuat lubang tanam. Setiap tanaman ditempatkan di lubangnya dan tanah ditaburi dengan lembut untuk menghilangkan kantung udara dan memastikan tanaman tertanam dengan kuat. Jika terrarium memiliki bukaan yang sempit, gunakan sumpit, penjepit, atau pinset untuk menempatkan tanaman. Siram terrarium dengan menggunakan botol semprotan atau alat penyiram kecil. Siram tanaman hingga lembap, tetapi hindari membuatnya terlalu basah. Sambil menyiram tanaman, bersihkan juga kotoran yang menempel pada sisi kaca wadah terrarium menggunakan tisu dapur. Tempatkan terrarium di ruangan yang teduh namun terpapar cahaya. Sebagian besar terrarium dapat tumbuh dengan baik di lokasi dengan cahaya tidak langsung. Tempatkan terrarium di jendela teduh yang menghadap ke arah selatan, atau jika sinar matahari tidak tersedia, manfaatkan lampu buatan untuk menyediakan cahaya bagi tanaman di dalam terrarium.

