Permasalahan yang Terjadi di Kampus Kampus Indonesia

Selama setahun ini banyak sekali permasalahan yang terjadi di kampus kampus Indonesia. Belum lama terjadi kasus pemerkosaan di salah satu kampus swasta Indonesia. Korban yang awalnya bercerita lewat akun Instagram menjadi ramai karena postingan tersebut diposting ulang oleh akun lain. Banyak mahasiswa yang mencari siapa pelakunya dan mereka pun berhasil menangkap pelaku tersebut. Para mahasiswa pun melakukan persekusi yang sangat keji terhadap pelaku, ia diikat, ditelanjangi, hingga yang paling parah dicekoki air kencing. Tapi hal tersebut berakhir damai dan tentu saja pihak kampus akan memberikan sanksi terhadap pelaku maupun oknum persekusi.
Universitas ternama juga belum tentu akan menghasilkan lulusan terbaik dan lingkungan baik dari ilmu pengetahuan maupun sifatnya. Ada kasus bunuh diri terjadi di hotel ternama yang ternyata korban merupakan mahasiswa baru salah satu kampus terbaik di Indonesia. Motifnya masih dirahasiakan tapi dari berita yang ada ditemukan ada surat hasil pemeriksaan psikologi. Hal itu mungkin dapat menjadi penyebabnya. Kebetulan fakultas korban terkenal dengan kasus pelecehan, bullying, dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswanya. Tentu saja hal ini sangat miris mengingat kampus tersebut merupakan kampus terbaik dan menurut saya pihak kampus perlu meningkatkan keamanan serta memperhatikan mahasiswanya saat di kampus tersebut.
Belum lama ini terjadi permasalahan kasus pencurian di kampus saya, tentu saja saya tidak bisa menyebutkan universitas dan fakultas saya tapi kejadian ini membuat saya heran. Pada dasarnya pekerjaan satpam menjaga dan mengamankan wilayah yang dijaga, tapi yang terjadi di fakultas saya membuat saya bertanya “kok bisa?”. Jadi setelah jadwal perkuliahan selesai 3 helm dan 1 motor teman saya hilang, dan satpam yang berjaga di sana berkata bahwa dia melihat kunci yang masih menancap di motor tapi tidak ia ambil sebelum pergi sebentar. Memang hal tersebut bisa saja tidak terjadi bila teman saya tidak teledor, tapi yang saya heran kenapa kunci motor tersebut tidak disimpankan terlebih dahulu. Seharusnya cctv di halaman kampus selalu menyala karena itu demi keamanan kampus, tapi mengapa pada saat itu cctv di gerbang barat tidak dinyalakan. Hal ini membuat saya heran, apakah kasus pencurian di fakultas saya akan terus menerus terjadi. Banyak kating bercerita bahwa kasus ini sering terjadi dan ada satpam yang membantu saat pencurian. Jika hal ini masih ada mengapa pihak kampus tidak mencoba memperkuat keamanan atau bisa juga menambahkan security di lingkungan kampus.
Dari beberapa kejadian tersebut membuat saya bertanya, apakah kampus masih bisa dibilang tempat aman untuk menambah ilmu? Apakah kampus bisa jadi tempat kita memperoleh gelar yang pantas dari universitas tersebut?. Hal ini perlu dipertimbangkan lagi oleh para calon mahasiswa untuk memperoleh universitas yang baik dan tentu saja mahasiswa juga perlu membantu meningkatkan mutu, nama baik almamater, dan keamanan di universitas. Selain itu pihak universitas perlu memperhatikan perekrutan dosen, satpam, bahkan hingga tukan kebun dengan baik. Mungkin bila universitas di Indonesia menerapkan dan meningkatkan peraturan lebih ketat hal tersebut akan berkurang permasalahan bahkan bisa saja tidak terjadi, karena lingkungan yang baik dapat meningkatkan pemahaman ilmu dan tentu saja akan melahirkan generasi generasi yang hebat untuk Indonesia. Saya harap kejadian kejadian tersebut tidak terulang lagi di perguruan tinggi seluruh Indonesia.

