Pentingnya Pembangunan Karakter di Perguruan Tinggi

Mahasiswa merupakan agent of change, artinya agen suatu perubahan menuju arah yang lebih baik. Perubahan sendiri merupakan hal yang mutlak dan pasti akan terjadi. Bagi orang yang ingin maju, maka perubahan menjadi faktor utama. Anak kecil belum bisa membaca, dengan usahanya belajar mengeja persuku kata, perkata, dan perkalimat maka dia akhirnya menjadi anak kecil yang dapat membaca. Itulah change secara sederhana dalam memahaminya.
Pembangunan karakter (character building) di dunia kampus, terutama di perguruan tinggi (PT), dilatarbelakangi oleh maraknya penyimpangan yang terjadi di ranah publik. Disorientasi nilai maupun disharmonisasi pada tataran kehidupan masyarakat kerap ditemukan. Selain itu, di tataran elite, ragam tindakan nirketeladanan dipertontonkan seperti perilaku koruptif.
Dari perspektif sosial, budaya malu perlahan-lahan mulai hilang. Belum lagi sikap tak menghargai orang lain hingga timbulnya kekerasan di tengah kehidupan masyarakat. Dalam konteks kemahasiswaan, semua pemangku kebijakan terkait dihadapkan pada persoalan untuk mengembalikan nilai-nilai luhur kepada setiap mahasiswa.
Visi Universitas Medan Area adalah mewujudkan mahasiswa yang inovatif berkepribadian dan mandiri. Untuk mewujudkan visi ini berbagai kegiatan dan kebijakan akademik dilakukan. Salah satu di antaranya adalah menerbitkan buku-buku yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian dan karakter Untuk mewujudkan hal tersebut, Pusat Islam UMA menerbitkan buku Introduksi Pengembangan 16 Karakter Akhlak Luhur yang ada di tangan Mahasiswa UMA saat ini. Karya ini merupakan salah satu wujud nyata kontribusi dunia kampus untuk mewujudkan pengembangan karakter pada diri mahasiswa.
Di samping itu, mahasiswa dididik dalam pembentukan karakter melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan kegiatan Badan Eksekutif Mahasiwa atau kegiatan organisasi unit kegiatan mahasiswa (UKM). Namun demikian, penyimpangan moral tidak hanya dapat diatasi oleh lembaga pendidikan melainkan juga ada peran orang tua dan juga lingkungan sekitar.

