• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Pancasila Perekat Hidup Bangsa

    Pancasila Perekat Hidup Bangsa

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 05/12/2022

    Pancasila

    Judul ini sengaja penulis pilih, karena mencermati kondisi akhir-akhir ini yang penulis rasakan adalah kekuatan Pancasila dengan nilai-nilainya yang tertuang pada masing-masing Sila itu ‘surplus’ hanya diucapan tetapi ‘minus’ ditindakan. Buktinya dalam kondisi bangsa yang prihatin karena mengalami musibah yang sambung-menyambung, masih ada saja oknum-oknum yang ingin mencerai-beraikan kerukunan.

    Khususnya sebagian umat beragama yang kurang memahami akidah beragama yang benar. Alhasil berkecambuk berbagai pertanyaan di benak ini, mengapa bangsaku ini bukannya bersyukur kalau dalam kedukaan pemerintah langsung turun tangan (Presiden-nya, Menteri-Menterinya dan berbagai komunitas) yang menaruh kepeduliannya terhadap kedukaan yang dialami oleh saudara-saudara se-bangsa — se-tanah air ini.

    Konsep Ketuhanan dalam Sila pertama Pancasila yang sifatnya universal seharusnya dapat menjadi ‘perekat’ persaudaraan ke-enam agama yang sudah dinyatakan sah diakui oleh pemerintah. Bukankah esensi beragama itu adalah menghargai keberagaman, ada unsur kasih sayang, cinta damai, peduli terhadap sesama ciptaan Tuhan, tetapi mengapa masih saja terjadi perseteruan. Kita bersaudara, harusnya saling membantu, saling mencintai dan dapat menghargai semua perbedaan. Sesungguhnya hanya ada satu yang harus kita lawan yaitu pengkhianat bangsa seperti kaum radikal salah dan sifat-sifat intoleransi.

    Benar-benar hal demikian itu menjadi momok yang sangat menakutkan, trauma yang mengerikan, masyarakat menjadi terbelah dan dis-harmoni. Jelas-jelas hal ini merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang sejak lahirnya Indonesia dinyatakan sebagai negara kesatuan berbentuk republik dengan jangkauan wilayah dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

    Oleh karena itu, biarlah kiranya ideologi Pancasila tidak dimengerti sekedar wacana dan Sila-Sila nya hanya cukup dihafal di mulut saja. Namun, jika nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu benar-benar dihayati dan di-implementasikan, penulis yakin bahwa Pancasila itu dapat menangkal gerakan radikal salah dan segala bentuk tindakan yang bersifat in-toleransi.

    Menguatnya polotik identitas yang ditandai dengan maraknya politisasi agama dalam praktik berdemokrasi di Indonesia di tingkat nasional dan daerah mengindikasikan bahwa masih ada kelompok-kelompok orang yang tidak ingin Indonesia ini maju. Untuk itu perlu segera dilakukan antisipasi sebagai tindakan re-internalisasi nilai-nilai Pancasila secepatnya. Para pemimpin sepertinya harus berpacu dengan waktu menghadapi pemilu di tahun 2024. Sekalipun secara hitungan kalender masih cukup waktu untuk ‘membumikan’ Pancasila di hati dan pikiran segenap warga bangsa.

    Eling lan waspodo (ingat dan waspada) adalah dua kata yang terus harus dikumandangkan, seruan untuk hidup rukun dan damai jangan sampai seperti orang berteriak di padang pasir atau di ruang hampa. Tindak tegas siapapun yang bermaksud jahat dan ingin memporak-porandakan bangsa ini. Konflik horizontal atas nama Suku-Agama-Ras-Antargolongan (SARA) benar-benar tidak boleh terjadi. Penulis pandang kondisi ini sangat mendesak (urgent) untuk dibasmi di bumi pertiwi. Dalam hal ini Pancasila dapat dijadikan acuan, karena ada unsur Ketuhanan — Kemanusiaan — Persatuan — Musyawarah dan Berkeadilan, menuju masyarakat Indonesia yang madani di kemudian hari.

    Tantangan Pancasila Kini dan Yang Akan Datang

    Segenap bangsa Indonesia harus mampu menghadapi tantangan yang sedang melanda negeri ini. Tantangan idea Pancasila secara umum berdampak pada rendahnya karakter masyarakat Indonesia akan nilai nasionalisme, bela negara dan daya saing. Kehidupan berbangsa dan bernegara memang bukanlah sebuah persaingan, akan tetapi Indonesia yang berada di tengah bangsa-bangsa di dunia tidak boleh diam dalam zona nyaman (comfort zone).

    Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang banyak ini harus diberdayakan. Rakyat Indonesia harus pandai-pandai dalam menglola diri masing-masing, siap berkolaborasi dengan sesama dan alam, serta senantiasa meningkatkan kemampuannya dalam literasi sehingga tidak mudah ‘dibodohi’.

    Semangat kerja — kerja — kerja baik dilakukan secara individu maupun gotong-royong adalah sifat yang telah diturunkan oleh para pendiri bangsa, mari kita hargai. Sebagaimana kita ketahui bahwa tidak mudah melepaskan diri dari cengkeraman penjajah, terbukti lebih kurang 350 tahun lamanya bangsa Indonesia mengalami masa-masa penjajahan. Hanya dengan tekad dan semangat yang menggelora, akhirnya bangsa Indonesia siap ‘menggelar karpet merah’ untuk kita isi kemerdekaan ini dengan hidup rukun dan damai.

    Cita-cita membangun dan membentuk masyarakat adil-makmur, aman-sejahtera hendaknya segera menjadi kenyataan, bukan sekedar retorika belaka. Mari kita wujudkan 4 Pilar bangsa, yaitu: (1) NKRI; (2) Pengamalan Pancasila; (3) Pelaksanaan UUD 1945; (4) Semangat Bhinneka Tunggal Ika.

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    Kemampuan Bahasa Inggris Orang Indonesia
    05/12/2022

    Next post

    Kaum Pribumi Abad Ke 18-19
    05/12/2022

    You may also like

    Cara Meningkatkan Produktivitas Tanpa Harus Bangun Pagi
    30 January, 2026

    Produktif nggak selalu harus bangun pagi kok. Yang penting itu ngatur energi, bukan jam alarm. Ini beberapa cara meningkatkan produktivitas tanpa maksa jadi “morning person” 😄 1. Kenali Jam Emas Versi Kamu Ada orang yang otaknya baru “nyala” siang atau …

    Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Anak Muda
    27 January, 2026

    Anak muda itu kreatif dan berani ambil risiko—sayangnya, urusan uang sering jadi korban 😅Ini kesalahan finansial yang paling sering dilakukan anak muda, plus sedikit konteks biar relate: Tidak Punya Anggaran (Budgeting) Uang datang, uang pergi. Tanpa tahu ke mana perginya.Banyak …

    Apa Itu AI dan Bagaimana Dampaknya bagi Kehidupan Sehari-hari
    24 January, 2026

    AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan adalah teknologi yang memungkinkan mesin atau sistem komputer meniru cara berpikir dan belajar manusia. AI bisa mengenali pola, memahami bahasa, membuat keputusan, bahkan belajar dari pengalaman tanpa harus diprogram ulang secara manual. Contoh Sederhana …

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    logo-lke-uma

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area