Kominfo Selidiki Dugaan Kebocoran Data Jasa Marga
![]()
Data Jasa Marga diduga bocor. tetapi Kementerian Komunikasi serta Informatika belum mendapatkan laporan terkait dugaan kebocoran data tadi. “waktu ini belum terdapat laporan berasal Jasa Marga tentang kemungkinan adanya kebocoran data langsung,” istilah Direktur Jenderal perangkat lunak dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan. Dugaan kebocoran data tersebut sudah dikonfirmasinya pada Jasa Marga, tetapi belum terdapat tanggapan. Anggota lembaga hacker bernama ‘Desorden’ mengunggah model data yang diduga milik Jasa Marga di Selasa (23/8). ‘grup desorden’ adalah grup hacker yang telah beberapa kali melakukan peretasan di beberapa negara pada Asia mirip India, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Taiwan. Mereka mengunggah data sebesar 252 GB yang diambil asal lima server yang diduga milik Jasa Marga. isu yg diambil berisi data keuangan pelanggan, karyawan serta perusahaan. contoh data yang diberikan dalam format .pdf. antara lain beberapa KTP, surat pengadaan, indikasi daftar perusahaan, serta biar usaha. Pengunggah data pula memberikan tangkapan layar total seluruh folder berkapasitas 252,5 GB serta berisi 418.368 data. Semuel berkata Kominfo akan melakukan penyelidikan sesudah mendapat laporan terkait kebocoran data tersebut. ketua forum penelitian siber CISSReC alias pusat Penelitian Keamanan Sistem Komunikasi & gosip Pratama Persadha jua berkata, masih terlalu dini untuk menyatakan data tadi asal berasal sistem Jasa Marga. Meski di dalamnya ada beberapa model file berkop Jasa Marga.
Sebenarnya sampel data asal sembilan berkas dokumen yang disebut milik Jasa Marga tidak mampu membuktikan kebocoran data dari (Kominfo), kata Pratama Kamis (25/8). Hal ini dikarenakan sampel data yg diunggah terlalu mungil. tidak selaras menggunakan kebocoran data BPJS dan forum akbar lainnya yg sampel datanya dibagikan sangat besar . Ribuan bahkan jutaan, istilah Pratama. Akibatnya, asal data sampel Jasa Marga, tidak ada yg mampu dianalisis buat mengambarkan terdapat atau tidaknya kebocoran data di server Badan perjuangan Milik Negara (BUMN). “saat ini kita tinggal menunggu hacker memberikan sampel data lagi,” istilah Pratama. Selain itu perlu dilakukan digital forensik buat mengetahui celah keamanan mana saja yang digunakan buat menerobos, apakah berasal sisi SQL sebagai akibatnya terbongkar SQL Injection ataukah terdapat celah keamanan lainnya. sementara itu, spesialis Keamanan Teknologi Vaccincom Alfons Tanujaya melihat data yg bocor artinya data vendor Jasa Marga dan korespondensi. Data vendor yg bocor bisa berbahaya dan rentan dieksploitasi Jika berisi data kependudukan atau KTP. Sedangkan data korespondensi mirip PO dan kebutuhan Jasa Marga tentunya akan memberikan gosip dan dapat digunakan sang kompetitor.

