Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Teroris, dan NKRI

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua memang telah ada sejak dulu. Bahkan, pemimpinnya pun silih berganti. Ketika ada satu yang ditangkap, muncul lagi pemimpin yang lain. Dan saat ini yang ramai jadi perbincangan adalah Egianus Kogoya. Dibawah kepemimpinannya, KKB ini terus menebarkan teror. Tujuannya adalah agar perjuangan mereka diakui dan menjadikan Papua Barat sebagai negara yang merdeka. Sepak terjang KKB belakangan adalah membakar pesawat Susi Air dan menyandera pilotnya, yang berwarga negara asing. Hingga saat ini sang pilot belum dibebaskan, dan digunakan sebagai alat. Tak hanya itu, KKB pimpinan Egianus Kogoya ini juga sering menebar teror ke masyarakat lokal. Penembakan terhadap warga lokal tidak sekali dua kali dilakukan.
Pola yang dilakukan KKB ini, tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh kelompok teroris yang berdalih ideologi agama. Mereka sama-sama melakukan kejahatan kemanusiaan. Juga ada motif politik dibelakangnya, ingin melepaskan diri dari negara kesatuan republik Indonesia. Tindakan ini secara hukum dan agama jelas tidak dibenarkan. Dulu, ada pemberontakan DI/TII yang melakukan pemberontakan. Motifnya adalah ingin mendirikan negara Islam Indonesia. Juga ada gerakan aceh merdeka (GAM) yang ingin lepas dari Indonesia. Masih ada lagi kelompok teroris seperti mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso. Mereka semua mempersoalkan pemerintahan yang sah, dan ingin mendirikan negara sendiri.
Di era sekarang ini ini, kelompok radikal juga terus menebar provokasi di media sosial melalui konsep khilafahnya. Konsep yang dinilai usang tersebut, terus disuarakan meski tidak ada satupun negara yang menerapkan konsep ini. Kelompok radikal ini, seringkal mendompleng konflik di daerah lain untuk menyerang pemerintahan yang sah. Begitu juga ketika memasuki tahun politik, kelompok radikal ini juga seringkali menyebarkan provokasi, agar kepercayaan masyarakat ke pemerintah menjadi luntur. Ketika kepercayaan itu turun, disitulah mereka kembali memunculkan konsep usang mereka, yaitu khilafah. Kelompok kriminal bersenjata di Papua, memang tidak membawa ideologi agama. Namun mereka juga sama-sama ingin lepas dari Papua, dan menjadi negara yang merdeka. Sebagai negara kesatuan, Indonesia tentu tidak akan tinggal diam. Indonesia tidak mau kembali kehilangan wilayahnya seperti Timor Timur waktu itu. Di era sekarang ini, bahkan pemerintah pusat sudah berkali-kali mendatangi Papua, yang mungkin jarang terjadi di era sebelumnya. Kebijakan pemerintah pusat bahkan lebih banyak ke luar Jawa, agar terjadi pemerataan ekonomi.
Mari terus menjaga negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) ini dari segala bibit buruk, seperti yang selama ini disuarakan oleh KKB dan kelompok teroris. Mari terus saling menguatkan, terus saling menyebarkan bibit perdamaian, agar kita tetap bisa hidup berdampingan dalam keberagaman. Karena Indonesia sejatinya sudah berbeda sejak dulu. Karena itu jangan pernah mempersoalkan perbedaan yang ada di negeri ini. Tinggal bagaimana kita bisa menjaga perbedaan itu, sebagai sebuah kekuatan bersama dalam kerangka NKRI.

