Inilah Beberapa Cara Mengatasi Rumah yang Lembab

Sebagai seseorang yang tinggal di dataran tinggi alias dekat dengan area pegunungan di Jawa Timur, masalah rumah yang saya hadapi di kesehariannya bukan tentang rumah yang panas, melainkan rumah yang lembap. Kelembapan rumah yang tinggi tersebut disebabkan rendahnya suhu udara di dataran tinggi faktor dekat dengan area pegunungan. Jadi setiap harinya tanpa AC atau kipas angin pun suhu udaranya sudah sangat dingin. Sinar matahari itu ada, tapi bukan membuat panas melainkan sekedar menghangatkan suhu udara saja saat pagi sampai sore hari. Sementara saat malam hari pastinya sangat dingin, apalagi malam hari dengan hujan deras.
Tinggal di dataran tinggi memang ada kelebihan dan kekurangannya. Sebut saja satu kelebihannya bebas dari banjir, dan satu kekurangannya yaitu rumah yang lembap. Rumah yang lembap tersebut ditampilkan dengan tembok yang mengelupas, tembok yang berjamur, lantai yang sedikit lengket, barang dari kayu berjamur, tempat penyimpanan mudah berjamur termasuk lemari pakaian sejenisnya, dan lain-lain. Nah, kalau saya sudah terbiasa tinggal di rumah yang lembap. Dan kalau pada situasi tersebut, kita tidak harus pindah rumah, karena masalah itu harus dihadapi dan bukan untuk dihindari.
Ada beberapa hal yang saya lakukan untuk mengatasi rumah yang lembap.
Pertama, yang paling utama itu adalah memberikan ruang untuk cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah itu diperbanyak/diperlebar melalui jendela. Karena dengan panas matahari yang masuk ke dalam rumah juga dapat meminimalisir kelembapan dan agar suhu dalam rumah tetap lebih hangat.
Kedua, kita cari tahu sumber kelembapan paling signifikan dimana. Sementara kalau contoh di rumah saya paling terlihat kelembapan tersebut dari tembok yang mulai berbintik hitam alias berjamur, kemudian tembok yang mengelupas.
Maka dari itu, ada beberapa poin yang saya lakukan pada tembok rumah saya yang lembap, termasuk barang-barang di dalam rumah tersebut.
Bintik-bintik hitam di tembok rumah yang lembab harus dibasmi dulu agar tidak makin melebar. Kita bisa membersihkan/membasmi jamur di tembok tersebut secara manual menggunakan larutan pembasmi jamur, yang penggunaanya dengan cara disemprotkan ke tembok.
Selain larutan pembasmi jamur yang dapat kita beli di supermarket terdekat atau di situs belanja online, kita bisa juga menggunakan karbol/deterjen, cuka, lemon/jeruk nipis, baking soda, dan lain-lain.
Lapisi tembok dengan cat tahan air
Setelah jamur di tembok sudah kita basmi dengan deterjen pembasmi jamur, tunggu beberapa waktu sampai mengering.
Pembasmian menggunakan deterjen pembasmi jamur di tembok kita hanya berlaku sementara, karena jamur tetap akan tumbuh lagi faktor udara yang tetap lembap di rumah tersebut.
Maka dari itu, selanjutnya kita juga dapat melapisi tembok dengan cat tahan air. Cat tahan air ini tidak harus cat berwarna, melainkan pilih warna yang natural saja seperti warna putih untuk tahap awal lapisannya.
Ganti cat tembok rumah secara rutin
Setelah kita melapisi tembok dengan cat tahan air (warna putih), kita juga dapat melapisi kembali dengan cat berwarna sesuai selera masing-masing. Direkomendasikan melapisi atau mengganti warna cat tembok secara rutin, setidaknya tiap enam bulan sekali atau maximal 1 tahun sekali.

