Budidaya Ikan Dalam Ember Petani Desa Duwet Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten
Petani Desa Duwet Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten mempunyai ketrampilan Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember). Budikdamber adalah alternatif budidaya ikan dengan memanfaatkan ember sebagai kolam yang dipadukan dengan sistem aquaponik (polikultur ikan dan sayuran) menggunakan sayur kangkung. terkait pakan alternatif dari dedaunan, seperti kangkung, daun singkong, daun turi, dan sebagainya yang dapat digunakan sebagai pakan alternatif ikan Lele untuk menekan biaya pembelian pakan. Permasalahan yang selama ini dihadapi adalah karena kurangnya informasi terkait budidaya ikan Lele, sehingga kadang membuat gagal panen atau biaya pakan yang dianggap terlalu mahal. ikan yang cocok diternak dengan teknik Budikdamber adalah ikan lele, patin, sepat, betok, gabus dan gurame.
Sedangkan tanaman yang bisa ditanam juga tergantung dari jenis media yang digunakan. Apabila menggunakan media arang, jenis tanaman yang bisa dibudidayakan di antaranya adalah kangkung, genjer, dan bayam Brazil. Sementara apabila menggunakan media rancangan Juli, yakni media AKT (arang, kain, tanah) menurutnya semua jenis tanaman bisa dibudidayakan. Nah, apabila ingin beternak Lele sekaligus menanam kangkung dalam ember, berikut cara Budikdamber, untuk merawat lele dan kangkung yang dibudidayakan bersama, maka ember perlu diletakkan di tempat yang terkena matahari maksimal. Sehingga nantinya, kangkung akan terlihat tumbuh pada hari ke-3. Namun perlu diperhatikan, apabila terdapat kutu di daun kangkung maka segera buang daun atau batang karena kangkung akan keriting dan mati. Sedangkan untuk pakan ikan lele, bisa diberikan 2-3 kali dengan waktu yang rutin.
Untuk pemeliharaan budikdamber, letakkan ember di tempat terkena matahari maksimal. Berikan pakan kepada ikan sesuai ukuran sekenyangnya bisa 2-3 kali dengan waktu tetap.(5-7cm pakan pf800,10cm pf1000, >12cm 781-2,781-1, 781). Perlu selalu diperhatikan keadaan ember, ikan dan tanaman. Amati nafsu makan ikan setiap hari. Apabila nafsu makan ikan menurun, air berbau busuk (NH3, H2S), ikan menggantung (kepala di atas, ekor ke bawah) segera ganti air atau lakukan sipon (Penyedotan kotoran di dasar ember dengan selang).
. “Selanjutnya nantinya air akan berubah menjadi hijau dan amati nafsu makan ikan,” kata dia. Lakukan penggantian air saat nafsu makan ikan menurun, air berbau busuk dan ikan menggantung (kepala di atas, ekor di bawah). Penggantian air atau sipon (penyedotan kotoran i dasar ember dengan selang) biasanya sekitar 10-14 hari sekali. “Penyedotan bisa 5-8 liter saja atau bila diperlukan, air diganti sepenuhnya,” jelas dia. Perlu diketahui, kangkung yang membesar maka ia membutuhkan air yang lebih banyak.
Alat dan bahan yang diperlukan:
– Ember ukuran 80 liter atau ukuran 15 liter.
– Benih ikan lele atau ikan nila yang tahan terhadap kualitas air.
– Benih kankung atau benih sayuran dataran rendah.
– Gelas plastik ukuran 250 ml.
– Arang batok kelapa atau arang kayu.
– Kawat yang agak lentur untuk mengaitkan gelas pada ember.
– Tang
– Solder
Cara pembuatan:
- Sediakan gelas untuk tempat bibit kangkung sebanyak 10 – 15 buah, lubangi dengan solder pada bagian samping dan bawah gelas.
- Untuk benih kangkung (ukuran bijinya besar) bisa ditaruh pada arang yang telah dihaluskan, lalu tutup dengan arang lagi. Jika ukuran benihnya kecil, bisa ditaruh dalam kapas, lalu tutup dengan arang yang telah dihaluskan.
Jika ingin menanam kangkung yang sudah disemai terlebih dahulu, kangkung di masukan bersama akar dengan ukuran bibit kangkung sebesar kurang lebih 10 cm. Isikan arang batok kelapa sebanyak 50 – 80 persen ukuran gelas.
- Potong kawat sepanjang 12 cm dan buat kait untuk pegangan gelas dalam ember.
- Isi ember dengan air sebanyak 60 liter diamkan selama dua hari.
- Isi ember dengan bibit ikan lele ukuran 5 – 12 cm (semakin besar semakin baik) sebanyak 60 – 100 ekor. Diamkan selama 1 – 2 hari.
- Setelah itu, rangkai gelas kangkung dalam ember.
Baca Juga : Cara Fermentasi Pupuk Kandang, Lebih cepat dan Unsur Hara Lebih Lengkap

