Bagaimana Menerapkan Program Pendidikan Karakter di Sekolah

Bagaimana Menerapkan Program Pendidikan Karakter di Sekolah Anda
Mulailah dengan Akhir dalam Pikiran
Mulailah dengan menetapkan harapan untuk program Anda. Putuskan dengan tim Kepemimpinan Gedung Anda (BLT) apa yang Anda harapkan dari siswa dan buat harapan itu sangat jelas bagi semua orang di gedung.
Bagikan Kepemimpinan
Kemungkinan besar Anda memiliki guru atau sekelompok guru yang bersemangat tentang pendidikan karakter. Berbagi kepemimpinan dengan orang-orang ini dan bekerja untuk membangun dukungan guru.
Tekankan Hubungan
Studi demi studi menunjukkan bahwa siswa belajar dan berperilaku lebih baik untuk orang-orang yang memiliki hubungan positif dengan mereka. Tidak jauh berbeda dengan pendidikan karakter.
Jadikan itu Ritual Harian
Memasukkan instruksi langsung dalam pendidikan karakter SETIAP HARI. Dengan segala cara yang memungkinkan, buatlah wali kelas atau periode nasihat yang bertemu setiap hari. Interaksi sehari-hari juga membangun hubungan yang sangat penting untuk membangun karakter. Pengumuman video mingguan yang berpusat pada pendidikan karakter memungkinkan Anda sebagai pemimpin bangunan untuk mengatur nada untuk sisa bangunan. Pembacaan harapan sekolah setiap hari juga merupakan pengingat yang konsisten akan nilai-nilai sekolah.
Jadikan Luas Bangunan
Secara umum, setiap siswa harus mengikuti program pendidikan karakter yang sama pada waktu yang sama. Ini memungkinkan Anda untuk membangun bahasa yang konsisten di sekitar karakter, yang membuat komunikasi lebih mudah di antara populasi bangunan. Hal ini juga memungkinkan untuk diskusi yang lebih bermakna dengan siswa.
Tetap Fleksibel
Bahkan jika Anda memilih program pendidikan karakter yang hebat, terkadang Anda harus sedikit menyimpang dari rencana. Selama itu demi kepentingan terbaik siswa, Anda berada di tempat yang aman.
Struktur kegiatan siswa di sekolah dan luar sekolah menjadi salah satu fokus dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang terdapat dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 dengan semboyan “Senang Belajar di Rumah Kedua”. Bagaimana nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didasari dari filosofi pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara. Yakni olah hati (etika), olah pikir (literasi), olah karsa (estetika), dan olah raga (kinestetik).
Lantas dari filosofi itu diharapkan muncul nilai-nilai karakter siswa dimulai dari religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab dll. Kemudian dari nilai-nilai karakter yang diharapkan muncul dari filosofi pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara, nantinya akan mengkristalisasi menjadi lima nilai utama karakter, yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
Hasil dari proses tadi adalah bagaimana individu yang memiliki keunggulan akademis sebagai hasil pembelajaran dan pembelajar sepanjang hayat (olah pikir), individu yang memiliki kerohanian mendalam, beriman dan bertakwa (olah hati), individu yang memiliki integritas moral, rasa berkesenian dan berkebudayaan (olah rasa dan karsa), serta individu yang sehat dan mampu berpartisipasi aktif sebagai warga negara (olah raga).

