Transformasi Ekonomi dengan Organisasi Digital

Era digital membawa perubahan di berbagai aspek kehidupan. Mulai dari pola pikir, budaya individu/organisasi, cara bekerja, bersosial, penyelenggaraan pemerintah, sistem operasional dan manajemen organisasi, sistem pelayanan publik, hingga ekonomi. John Naisbit telah meramalkan perubahan ini sejak jauh sebelum 1990-an dalam bukunya Mega Tren 2000 yang menyebutkan bahwa dunia hanya akan digerakkan atau berada dalam genggaman jari manusia. Ramalan John Naisbit tersebut benar-benar terbukti dengan adanya fenomena disrupsi pada tahun 2000-an yang tidak pernah terbayangkan jauh sebelumnya.
Semenjak pandemi COVID-19 mewabah, fenomena disrupsi tesebut tampak semakin jelas dalam kehidupan manusia. Pergeseran generasi inilah yang menjadi salah satu latar belakang pembahasan dalam buku H. Slamet berjudul “Organisasi Adaptif di Era Digital”. Pesatnya perkembangan digital yang didukung jaringan internet yang tersebar luas di seluruh dunia, telah menciptakan perubahan aktivitas mulai dari berbelanja, bertransaksi, berkomunikasi, belajar, bermain, mencari hiburan, hingga berbisnis. Kegiatan yang awalnya menguras tenaga menjadi lebih mudah dan praktis dengan adanya campur tangan teknologi digital. Munculnya berbagai aplikasi dan lapangan pekerjaan baru tanpa harus bersusah payah keliling ribuan kali dari satu perusahaan ke perusahaan lain atau merasa bingung tidak menjadi pengangguran selamanya.
Dari sinilah organisasi korporasi dan publik dituntut untuk melakukan pergeseran paradigma. Generasi lama harus bisa beradaptasi dengan perubahan teknologi digital yang berkembang. Mereka harus meninggalkan kenyamanan dan bertransformasi menuju kemajuan. Hal itu disebabkan oleh peralihan kegiatan manusia yang mana awalnya perlu menguras tenaga menjadi lebih mudah dan praktis dengan adanya campur tangan teknologi digital. Hal tersebut juga yang mengakibatkan terjadinya perubahan atas permintaan pelanggan atau customer.
“Organisasi harus menjadi adaptif, tangkas, dan real-time untuk survive dan berhasil dalam lingkungan yang sedang berubah,” tukas H. Slamet dalam bukunya. Organisasi bisnis maupun publik perlu untuk merespons perkembangan yang sedang terjadi ini. Memanfaatkan peluang-pelang yang diciptakan oleh tekanan eksternal serta meresponsnya dengan inovasi-inovasi baru adalah salah satu hal yang dapat dilakukan. H. Salmet menyebutkan dalam pengantar buku pada bab 1 bahwa ICT (Information Communication and Technology) dapat dijadikan sebagai senjata strategis dalam bersaing di era digital yang dinamis dan kompetitif.
ICT merupakan media teknologi dalam memproses input, process, dan output data menjadi informasi. ICT mampu membantu sebuah organisasi dalam memenangkan persaingan, meningkatkan kerja kinerja manajemen, menciptakan reputasi manajemen organisasi bisnis dan institusi publik. ICT termasuk salah satu sumber daya ekonomi yang penting dalam mencapai bersaing. Oleh karena itu, setiap organisasi perlu beradaptasi dengan transformasi menuju ekonomi digital.
Dalam buku ini, pembahasan mengenai pentingnya organisasi mampu beradaptasi secara tangkas dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Transformasi menuju ekonomi digital yang perlu digalakkan guna menyeimbangi perkembangan dan tuntutan masyarakat sebagai pelanggan, dibahas secara tuntas oleh H. Slamet.

