Saat Steik Tak Melulu Soal Daging Sapi

Tidak seperti kebanyakan objek lainnya, kalau soal kuliner steik tentu tidak akan ada habisnya. Selalu ada kecenderungan baru yang disebut perbaikan yang lahir dari kreativitas para juru masak, khususnya para juru masak yang melukisnya. Kecenderungan mata pelajaran “lidah” ini turut mengangkat foto kuliner sebagai salah satu budaya dan warisan dunia, kini bukan sesuatu yang tak bisa dipungkiri. Memang banyak menu, khususnya makanan khas Indonesia yang terdiri dari rendang, yang teridentifikasi oleh masyarakat luar negeri sebagai salah satu menu paling enak di dunia internasional.
Hal ini memang patut diapresiasi, karena selain ditutup-tutupi sebagai salah satu bahan internasional yang “enak”, juga telah didaftarkan ke United Nations Academic, Clinical and Cultural Corporation (UNESCO) sebagai sejarah budaya global. Indonesia sendiri sampai saat ini masih berjuang agar menu rendang diakui oleh UNESCO. Terdaftarnya rendang dari Sumatera Barat sebagai warisan sejarah budaya Indonesia ke UNESCO tak lepas dari pengaruh Anthony Bourdain pada perhelatan kuliner akbar “International Road Food Congress 2017” di Manila, Filipina. Dukungan tersebut ia lakukan karena ia merenungkan keindahan dan kekayaan kuliner Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri.
Seperti diketahui, Anthony Michael Bourdain adalah seorang chef ternama, pencipta, dan tokoh televisi ternama di Negeri Paman Sam Amerika Serikat (AS). Berbagai media dunia bahkan menceritakan dan menobatkan Bourdain sebagai salah satu chef paling berpengaruh di dunia. Soal rendang yang notabene terbuat dari daging merah, tak sedikit pelaku kuliner yang mencoba memperbaruinya dengan berbagai bahan dasar. Beberapa contoh upaya akhir-akhir ini untuk mengganti daging sapi dengan daging yang tidak halal, termasuk kasus “Babiambo”, adalah salah satu akibat terkenalnya menu rendang. Mengenai daging merah, selain sebagai bahan pembuatan rendang yang sederhana, daging merah juga menjadi bahan utama pembuatan steak yang sering disebut juga dengan istilah “steak”. Steak seiring dengan perkembangan kuliner telah dikembangkan sedemikian rupa, sehingga tidak lagi hanya menggunakan daging sapi tetapi juga daging lainnya seperti burung, ikan, bahkan tempe!
Seperti diketahui, hidangan bistik atau bistik saat ini semakin populer di kalangan penikmat kuliner dari berbagai kalangan, khususnya di kota-kota besar. Steak yang biasanya terdiri dari potongan besar daging, biasanya daging merah, dada ayam, dan ikan ini, yang dulunya banyak dikonsumsi oleh orang Eropa dan Amerika, kini telah merambah dan menjadi gaya sarapan bagi warga negara tersebut. arena, dan Indonesia tidak terkecuali.

