Runtuhnya Perserikatan Dagang VOC, Bukti Korupsi Merusak Segala Tatanan yang ada

pada zaman dahulu, tanah yg kita pijak ketika ini artinya kawasan yang diyakini mengandung asal daya alam yg melimpah. saat itu banyak negara Eropa yg berlomba-lomba datang ke nusantara (kini Indonesia), yaitu Inggris, Portugis, Perancis, dan Belanda. saat itu, buat bisa mencapai pulau-pulau pada dunia, mereka memakai jalur laut menggunakan menggunakan kapal laut. – kapal akbar yang dimilikinya, oleh karena itu terdapat anggapan bahwa nenek moyang kita merupakan pelaut. asal beberapa negara Eropa yg berlayar ke nusantara, bisa dikatakan Belandalah yang paling sukses, sebab berhasil menduduki wilayah nusantara, tepatnya pada Pulau Jawa.
Menyadari adanya pedagang-pedagang bangsa Eropa lainnya, Pemerintah Kolonial Belanda pun membentuk seni manajemen buat mengalahkan pesaingnya, yaitu dengan menggabungkan semua pedagang Belanda, sehingga terbentuklah perkumpulan buruh. pada zaman dahulu, tanah kawasan kita berdiri waktu ini adalah kawasan yang terpercaya. menyimpang dari asal daya alam yg melimpah. waktu itu poly negara Eropa yang berlomba-lomba tiba ke nusantara (kini Indonesia), yaitu Inggris, Portugis, Perancis, dan Belanda.
di masa itu buat dapat mencapai pulau-pulau di dunia mereka menggunakan jalur laut dengan kapal-kapal akbar yg mereka miliki, sang sebab itu terdapat anggapan bahwa nenek moyang kita adalah seseorang pelaut. dari beberapa negara Eropa yg berlayar ke nusantara, bisa dikatakan Belandalah yg paling sukses, sebab berhasil menduduki wilayah nusantara, tepatnya pada Pulau Jawa. Menyadari kehadiran pedagang berasal negara-negara Eropa lainnya, Pemerintah Kolonial Belanda membuat strategi buat mengalahkan saingan mereka. yaitu dengan menggabungkan seluruh pedagang Belanda sebagai akibatnya terbentuklah perkumpulan buruh. Seiring berjalannya ketika, pertumbuhan VOC semakin pesat, akibatnya para pedagang dari negara-negara Eropa mirip Inggris, Portugis dan Spanyol terdesak dan meninggalkan wilayah VOC. Awalnya wilayah VOC tidak luas, karena telah mempunyai pemerintahan dan tentara sendiri, VOC berani berperang dengan penduduk pribumi buat memperebutkan daerah. di tahun 1611, VOC berhasil merebut wilayah Jayakarta dan namanya diubah menjadi Batavia. Batavia (kini Jakarta) sebagai pusat kekuasaan VOC di nusantara. sehabis itu, VOC mulai mengumpulkan pegawai serta prajuritnya buat memperluas kekuasaannya di banyak sekali wilayah di nusantara.
Penindasan terhadap penduduk orisinil terjadi dimana-mana, kelaparan, pemerkosaan terhadap perempuan , penghilangan nyawa, serta aneka macam macam subordinat lainnya menghasilkan mereka hidup dalam penderitaan. Penduduk asli diminta menanam tanaman palawija, sayur-sayuran, butir-buahan, jamu, merawatnya sampai panen, lalu seluruh hasilnya diserahkan pada VOC tanpa upah apa pun. Nama nusantara diubah menjadi Hindia Belanda, di ketika itu penduduk pribumi masih menganut sistem kerajaan. Melihat penduduknya menderita, kerajaan-kerajaan Islam pada nusantara pun ikut melakukan perlawanan, yaitu Kerajaan Mataram, Kerajaan Banten, Kerajaan Makassar serta lain-lain.
Kemunduran VOC
Perang demi perang yg dihadapi VOC menyebabkan mereka kehilangan banyak dana, personel tentara dan kerugian lainnya. Saking hebatnya keruntuhan kekuasaan sehingga kas VOC semakin berkurang berasal tahun ke tahun, mereka pun melakukan beberapa pembatasan baru mirip penarikan tentara bayaran yg bertugas pada luar pulau Jawa, pengurangan jumlah pegawai, pengawasan keuangan yang ketat serta sejenisnya. Meski begitu, nyatanya upaya tadi tak berhasil, karena selain kerugian perang, pegawai VOC pula melakukan korupsi serta penggelapan dana dan hasil pertanian secara besar -besaran. sebaliknya pada benua Eropa sedang terjadi perang akbar-besaran yang diklaim dengan Revolusi Perancis (1789-1799). insiden ini semakin memperburuk keuangan VOC, mereka terlilit utang sebesar 136 juta gulden atau setara menggunakan 1 triliun ketika itu. Banyaknya pegawai yg korup, hutang yg semakin banyak, kerugian perang yg besar , minimnya pasokan akibat pertanian, menghasilkan VOC resmi dibubarkan di tanggal 31 Desember 1799 sang Pemerintah Belanda. Perancis yg waktu itu sedang melancarkan perang akbar-besaran pada Eropa berhasil menaklukkan Belanda, sehingga wilayah jajahan Belanda waktu itu sebagai milik Perancis.
mirip yang kita ketahui, VOC ialah serikat buruh terbesar yg pernah ada pada global di zaman dahulu, bahkan hingga ketika ini perusahaan terbesar di global kini pun, Amazon belum mampu menandingi kekayaan VOC. Bergemuruh dalam kekayaan, daerah kekuasaan yang luas, ternyata mampu cepat runtuh hanya karena faktor orang dalam sendiri yaitu korupsi.
Korupsi
Bicara soal korupsi, sepertinya hal ini telah mengakar pada diri manusia, perasaan ingin mempunyai lebih dan lebih demi memuaskan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain disekitarnya. Begitu pula ketika ini kita bisa melihat pada Indonesia, koruptor terdapat dimana-mana, telah diberi jabatan tinggi, masih korup, dan yg seharusnya buat masyarakat malah dimakan sendiri. Bila dibiarkan tanpa tindakan tegas, lambat laun negara kita akan hancur. telah bukan menjadi rahasia awam lagi Bila berbagai perkara korupsi pada Indonesia yg melibatkan rakyat atau grup besar pada Indonesia. Berikut beberapa masalah korupsi yg terjadi di Indonesia.
1. Korupsi Jiwasraya mengakibatkan negara rugi 16,8 triliun.
2. Korupsi dana bansos yg dilakukan Juliari Batubara sebesar 20 miliar
3. kasus Bank Century yang kerugiannya mencapai 6 triliun.
4. Korupsi Pelindo yang mengakibatkan kerugian negara sebanyak 6 triliun.
5. Korupsi PT Duta Palma class yang dilakukan matahari Darmadi sebanyak 78 triliun.
pada akhirnya, kekayaan yang membangun keberadaan para koruptor tidak akan pernah hilang, kecuali saat mereka diam serta terkubur di dalam tanah. Semoga kedepannya Indonesia sebagai negara yg lebih baik lagi. Kita menjadi generasi penerus bangsa hendaknya menjaga baik kemerdekaan Indonesia yang sudah berusia 77 tahun ini, yaitu mengisi hari-hari kita dengan kegiatan-aktivitas positif serta bermanfaat bagi sesama.

