Masih Nyamankah Kualitas Udara dan Cuaca Indonesia Saat Ini?

Kamis, 14 Juli 2022. Polusi Udara, Masyarakat Desa Sri Mulyo Kecamatan Sekolaq Darat Kabupaten Kutai Barat menjalankan aktivitas pagi hari seperti biasa. Ada yang bergegas menuju kantor bagi para ASN, ada yang bepergian pagi buta menuju ladang untuk sekedar bercocok tanam, serta ada pula yang bersiap menjemput kucing untuk dimandikan khususnya saya selaku groomer. Namun cuaca pagi itu tepat pukul 09.00 pagi terasa begitu panas dan seperti tak biasanya. Dulu ketika tahun 2017 cuaca di Kutai Barat ketika pagi hawanya masih begitu segar. Akan tetapi ketka di tahun 2022 ini semua terasa berbeda. Apakah yang saya rasakan di Kutai Barat sama seperti yang dirasakan masyarakat lain di beberapa kota besar di Indonesia?
Tentu dengan data seperti itu, sungguh memprihatinkan. Bagaimana tidak, di tengah geliat pembangunan yang kian masif pasca mandeknya tatanah kehidupan akibat pandemi. Pembangunan di berbagai sektor pun kembali dilanjutkan. Mulai dari sektor pariwisata, infrastruktur baik daerah, kota, hingga nasional, pembukaan izin tambang (konsesi), dilanjutkannya produksi sektor industri, dan lain sebagainya. Menjadi penyebab utama keosnya pembangunan di Indonesia. Hal tersebutlah yang mendorong banyak perusahaan terpaksa mengeluarkan limbah hasil pengolahan atau produksinya secara bebas baik ke tanah, air/laut/sungai, hingga ke udara. Hal tersebut kian menambah buruk kualitas udara, air, hingga tanah, serta mengancam kesehatan puluhan juta penduduk Indonesia yang hidup berdampingan dengan para korporasi.
Jika mengacu pada data keseluruhan tentang tingkat polusi udara negara Indonesia dalam wilayah Asia Tenggara yakni pada tahun 2021, Indonesia menempati urutan pertama. Seperti data yang dirilis IQAir 2021. dengan menggunakan metode analisis pengukuran kualitas udara PM2,5 dari stasiun pemantauan udara di 6.475 kota di 117 negara, dampak polusi udara yang ditimbulkan sangat lah serius khususnya bagi kesehatan masyarakat itu sendiri. Beberapa gangguan penyakit serius seperti asma, stroke, jantung, dan paru-paru, hingga kematian justru meningkat setiap tahun.
Selain itu, beradasarkan laporan yang sama kualitas udara salah satu negara maju di benua asia yakni China terus mengalami peningkatan. Laporan IQAir 2021 menyebutkan jika lebih dari separuh kota di China memilki tingkat polusi udara lebih rendah dibandingkan tahun 2020. Hal tersebut menjadi bukti bahwasannya China melalui peran pemerintah serta melibatkan kerjasama berbagai pihak mulai dari para pelaku industri hingga masyarakat sama-sama mampu menjaga kualitas udara dengan pengendalian emisi serta pengurangan kegiatan pembangkit listrik tenaga batu bara dan industri emisi tingkat tinggi lainnya.
Jika polusi udara di Indonesia semakin hari kian tak teratasi, apa dampak yang dirasakan masyarakat akibat dari polusi tersebut?
1. Gangguan Pernapasan
Dampak buruk yang dapat dialami masyarakat dalam jangka waktu lama adalah gangguan kesehatan yakni pada saluran pernapasan. Pencemaran yang dipicu dari asap kendaraan, asap pabrik, asap rokok, dan lain-lain dapat menjadi penyebab dari munculnya gangguan pernapasan seperti asma, ISPA, dan kanker paru-paru. Selain itu, berkurangnya kadar oksigen dalam tubuh manusia akan sangat mungkin dirasakan.
2. Mengganggu jalannhya oksigen dalam darah
Selain saluran pernapasan yang terkena dampak dari polusi udara, sistem peredaran darah juga dapat terganggu karena dampak dari pencemaran udara tersebut. Hal ini disebabkan oleh karbon monoksida (CO) yang jumlahya sangat banyak sehingga membuat kadar protein inflamasidan jumlah kekentalan darah semakin bertambah. Hal tersebut lama-kelamaan dapat memicu terjadinya radang pembuluh darah yang berakibat pada munculnya penyakit kardovaskular.
3. Pemicu keguguran dan autisme
Bagi ibu hamil, polusi udara sangatlah membahayakan diri dan juga janinnya. Dampak pencemaran udara bagi ibu hamil dapat memicu terjadinya peradangan di seluruh tubuh sehingga memicu terjadinya kelahiran prematur. Sementara untuk janin, keadaan ini dapat menyebabkan keguguran, asma untuk anak ketika tumbuh dewasa, hinga menyebabkan autisme.
4. Pemanasan Global
Salah satu dampak pencemaran udara adalah peningkatan pemanasan global. Akibatnya suhu udara di seluruh dunia menjadi bertambah, permukaan laut meninggi, dan membuat banyak nya es di daerah dingin lebih cepat mencair. Kondisi ini juga mengakibatkan berkurangnya tempat tinggal untuk sebagian spesies tumbuhan dan hewan di berbagai negara.
5. Waspada Kerusakan Ekosistem serta kehilangan sumber mata pencaharian masyarakat
Dampak kerusakan lingkungan yang diterima masyarakat semakin memperparah keberlangsungan hidup masyrakat yang terdampak langsung dari polusi udara tersebut. Jika kita tinggal di lingkungan sekitar perusahaan yang hampir tiap harinya membuang limbah hasil peroduksinya ke udara maka kita akan merasakan dampak dari kerusakan lingkungan. Jutaan parteikel berbahaya dari hasil produksi perusahaan akan dengan mudah tersapu angin dan hinggap di beberapa tumbuhan serta jatuh ke wilayah perairan, hal tersebut dapat menganggu keberhasilan panen warga terhadap lahan yang telah ditanami seperti persawahan, perkebunan buah, sayur-mayur dan lain sebagainya. Jika sudah terjadi demikian, masyarakat pun akan semakin kesulitan mencari sumber penghasilan karena laut dan sungai yang telah tercemar, serta gagal panen yang semakin menganca akibat dampak polusi tersebut.
Itulah beberapa dampak yang diakibatkan dari polusi udara yang terjadi di Indonesia khususnya di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur. Semoga kelak permasalahan pencemaran udara, air, dan tanah dapat teratasi dan kita serta generasi muda ke depan dapat menikmati udara bersih dan hasil alam yang berlimpah.

