Peran Mahasiswa dalam Menjaga Keberagaman di Indonesia

Keberagaman suku, ras, etnis, dan agama di Indonesia menjadikan masyarakat Indonesia memiliki keaneka-ragaman budaya, cara pandang, cara berfikir, interaksi anatar masyarakat serta dalam menaruh keyakinan terhadap agama yang dianggap paling benar dan cocok. Sehingga dalam menjalani kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat menjalaninya dengan toleransi yang baik.
Indonesia dikenal dengan negara yang menganut dan mengakui beberapa agama yakni Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu. Keberagaman agama di Indonesia merupakan unsur yang penting dalam kehidupan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pancasila sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan penegasan konstitusional dalam Pasal 29 ayat (1) UUD NRI 1945 bahwa “Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa” ini menjelaskan bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan memilih kepercayaan yang mereka anggap paling benar.
Toleransi sangat penting dalam mewarnai kehidupan manusia serta mengingat kondisi masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, agama, budaya, dan lain-lain.
Serta kesadaran kelompok Muslim akan pentingnya berdampingan dengan kelompok agama lain dalam hidup bernegara di Indonesia yang majemuk ini, mungkin bila tidak terjadi perbedaan,adanya perselisihan dan konflik merupakan hal yang rawan dalam hubunganseagama maupun antar agama.
Melihat hal itu maka pemerintah melindungi umat beragama dan menganjurkan untuk hidup rukun pada sesamanya. Untuk itulah sikap toleransi dalam keragaman sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Dalam hal inilah Mahasiswa berperan sebagai pelopor dalam menjaga keberagaman di Indonesia.
Keragaman adalah gabungan antara kekayaan jenis dan kemerataan dalam satu nilai tunggal (Ludwig, 1988). Menurut Wirakusumah (2003), keragaman merupakan ukuran integrasi komunitas biologik dengan menghitung dan mempertimbangkan jumlah populasi yang membentuknya dengan kelimpahan relatifnya. Keragaman akan cenderung lebih rendah dalam ekosistem yang secara fisik terkendali dan lebih tinggi dalam ekosistem yang diatur secara biologi.
Keragaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan dalam berbagai bidang terutama suku bangsa, ras, agama, idelogi, budaya “masyarakat yang manjemuk”. Keragaman dalam masyarakat adalah sebuah keadaan yang menunjukkan perbedaan yang cukup banyak macam atau jenisnya dalam masyarakat.
Keragaman disini memiliki makna sebagai suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideology, adat kesopanan, serta situasi ekonomi. Sedangkan kesedarajatan memiliki makna sebagai suatu kondisi dimana dalam perebdaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.
Mahasiswa telah banyak memberi kontribusi besar terhadap bangsa, negara, dan agama. Mahasiswa sudah melahirkan banyak pemimpin, cendekiawan, akademisi, peneliti, dan sebagainya. Mereka menyebar di seantero jagad nusantara. Keberadaan Mahasiswa menjadi tonggak penting dalam menentukan sinar peradaban Indonesia. Yang harus dilakukan dalam menjaga keberagaman adalah
· Mengembangkan sikap saling menghargai terhadap nilai-nilai dan norma sosial yang berbeda-beda dari anggota masyarakat, tidak mementingkan kelompok, ras, etnik atau kelompok agamanya.
· Meninggalkan sikap primodialisme terutama yang menjurus pada sikap etnosentrisme dan ekstrimisme (berlebih-lebihan)
· Menegakan supremasi hukun yang artinya sutau peraturan formal harus berlaku pada semua warga negara tanpa memandang kedudukan sosial, ras, etnik dan agama yang mereka anut.
· Mengembangkan rasa nasionalisme terutama melalui penghayatan wawasan berbangsa dan bernegara namun menghindari sikap chauvimisme yang akan mengarah pada sikap ekstrim dan menutup diri akan perbedaan yang ada dalam masyarakat.
· Menyelesaikan semua konflik dengan cara yang akomodatif melalui mediasi, kompromi dan ajudikasi.
· Mengembangkan kesadaran sosial.

