Pentingnya Edukasi Mengenai Sikap Intoleransi pada Mahasiswa

Indonesia merupakan negara yang lekat dengan kata “keragaman”. Hal tersebut tak hanya tercermin dari keadaan geografisnya saja melainkan tercermin pula melalui banyaknya suku, budaya, bahasa, agama, dan ras. Indonesia merupakan negara yang lahir berdasarkan perjuangan pahlawan yang berasal dari suku, agama, dan ras yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama yaitu kemerdekaan. Kata keragaman pun juga dapat diartikan dengan perbedaan. Meskipun terdapat berbagai perbedaan yang ada di Indonesia, hal tersebut tidak mengurungkan niat masyarakatnya untuk bersikap toleransi / menghargai antar sesama manusia. Sikap toleransi tersebut dapat berjalan dikarenakan adanya lambang dan dasar negara yaitu Pancasila yang selalu dijadikan pedoman oleh setiap masyarakat di Indonesia. Seiring dengan berkembangnya teknologi, semakin banyak pihak-pihak yang memanfaatkan celah untuk merusak rasa toleransi yang hadir di masyarakat. Pihak-pihak tersebut memanfaatkan celah tersebut dengan cara menyebarkan berita bohong / hoax yang menimbulkan sikap intoleransi.
Keberagaman adalah sebuah kata yang memiliki makna yaitu kondisi di masyarakat yang didalamnya terdapat perbedaan di berbagai bidang. Secara umum keberagaman di Indonesia didasari oleh keadaan geografis, letak wilayah yang strategis, dan kondisi iklim yang berbeda. Namun keberagaman di Indonesia tidak hanya tercermin dari banyaknya pulau yang dipersatukan di bawah satu kekuasaan negara, melainkan juga keragaman warna kulit, bahasa, etnis, agama dan budaya.2 Keberagaman yang hadir di tengah masyarakat Indonesia tersebut dapat dijadikan sebagai ciri khas tersendiri pada setiap wilayah. Indonesia lahir berdasarkan pemikiran dan perjuangan para pahlawan yang berasal dari suku, agama, dan ras yang berbeda namun memiliki tujuan yang satu yaitu kemerdekaan. Keberagaman tersebut dapat dibuktikan pula melalui hadirnya Undang Undang 1954, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Keberagaman di Indonesia pun dapat mengkategorikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multikultural. Secara pengertian, masyarakat multikultural adalah kumpulan yang terdiri atas dua kelompok atau lebih yang dipisahkan secara budaya, ekonomi, dan politik. Berbagai cara pun dapat dilakukan untuk mempersatukan perbedaan yang ada dalam masyarakat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara bergotong royong. Dalam gotong toyong hal tersebut dapat memperlihatkan karakter masyarakat Indonesia yang saling menghormati terhadap perbedaan. Gotong royong merupakan budaya yang hadir di masyarakat dan diharapkan di kemudian hari gotong royong akan terus tumbuh dan berkembang. Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.
Masyarakat Indonesia sangat kental dengan keberagaman dan keberagaman pun berbanding lurus dengan toleransi. Toleransi merupakan sifat menghargai yang ditunjukkan kepada pihak yang memiliki perbedaan keyakinan atau opini dari diri sendiri. Ada berbagai contoh mengenai sikap toleransi seperti menghargai seluruh hari raya keagamaan sesuai dengan pemeluknya bahkan se-simple menghargai pendapat seseorang dalam menjalani kehidupannya.
Keberagaman memang selalu melekat dengan perbedaan. Namun apabila keberagaman terus dianggap sebagai perbedaan maka hal tersebut dapat mengakibatkan hadirnya sebuah konflik di masyarakat. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mewujudkan kepentingannya. Keberagaman merupakan hal yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai kebanggaan. Apabila stigma mengenai perbedaan tersebut tidak segera untuk ditumpas maka akan semakin banyak pihak-pihak yang akan memanfaatkan kondisi tersebut dan keadaan masyarakat Indonesia pun tidak akan membaik. Jika perbedaan tersebut akan terus dimanfaatkan oleh pihak-pihak tersebut maka hal tersebut dapat mengancam persatuan dan kesatuan serta mengantarkan Indonesia ke bahaya dan konflik.
Seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi, semakin banyak pula tantangan dalam menghadapi perbedaan oleh masyarakat Indonesia. Tantangan yang hadir pada era saat ini adalah munculnya berita bohong atau hoax yang semakin berkembang dan menyebar dengan cepat. Hal tersebut dilakukan oleh beberapa oknum yang ingin berkuasa dengan cara menggiring opini masyarakat. Dengan berkembangnya dan menyebarnya berita bohong atau hoax tersebut menimbulkan stigma pada masyarakat terhadap kelompok tertentu. Dengan hadirnya berita bohong atau hoax tersebut pun masyarakat dengan mudah menilai dan menganggap sebuah kelompok buruk. Tanpa disadari, sikap intoleransi pun mulai berkembang dalam masyarakat. Sikap intoleransi pun pada akhirnya akan berakibat pada perpecahan masyarakat.
Oleh karena itu untuk mencegah adanya perpecahan dalam masyarakat di Indonesia, pemahaman masyarakat mengenai bentuk-bentuk intoleransi sosial pun harus ditingkatkan. Hal tersebut dapat dimulai dengan cara memperkenalkan tentang waspada berita bohong atau hoax agar meminimalisir terjadinya perpecahan kepada mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan bahwa mahasiswa yang saat ini merupakan sebuah kelompok yang memiliki rentang usia berkisar antara 17 – 25 tahun. Mahasiswa merupakan sebuah kelompok yang dapat disebut juga dengan Agent of Change (Agen Perubahan). Agent of Change (Agen Perubahan) adalah orang yang bertindak sebagai katalis, pemicu terjadinya sebuah perubahan dalam suatu organisasi, dan orang yang berpikiran masa depan, bukan saat ini.4 Dengan hal ini, mahasiswa diharapkan dapat menerima edukasi yang tepat agar dapat mengimplementasikan hasil edukasi tersebut di kemudian hari. Proses edukasi yang dapat dilakukan untuk meminimalisir perpecahan tersebut adalah dengan menghadirkan pendidikan kebangsaan mengenai keberagaman, toleransi sosial, dan intoleransi sosial bagi mahasiswa di Indonesia.

