Pengaruh Pemikiran Demokrasi dalam Bidang Sosial di Masa Sekarang
Pengaruh Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Perkembangan demokrasi di Indonesia terbagi menjadi 4 masa yaitu :
1.Tahun 1945-1959
Setelah kemerdekaan bangsa Indonesia pada tahun 1945, Indonesia menganut sistem demokrasi parlementer dan demokrasi konstitusional. Parlemen dan partai berperan besar bagi jalannya pemerintahan Indonesia pada masa itu. Hingga berakhirnya sistem ini pada tahun 1959 saat Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden tepatnya pada 5 Juli 1959.
2. Tahun 1959-1965
Sistem demokrasi berubah menjadi sistem presidensial pada masa ini karena diberlakukannya kembali UUD 1945. Sistem ini memberikan semua tanggung jawab negara kepada Presiden sehingga terlihat seperti Presiden yang memegang seluruh kekuasaan negara. Hal ini disebut dengan Demokrasi Terpimpin, Sistem demokrasi terpimpin menimbulkan banyak pemberontakan seperti G-30-S/PKI.
3. Tahun 1965-1998
Masa ini sering disebut dengan masa orde baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto yang menjabat sebagai diktator Indonesia selama 32 tahun. Pada masa ini demokrasi pancasila diterapkan oleh pemerintah, Demokrasi Pancasila lebih mementingkan sistem presidensial sehingga UUD 1945 diterapkan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.
4. Tahun 1998-sekarang
Setelah turunnya Presiden Soeharto dari jabatannya, Indonesia memulihkan ekonominya, dan sistem politiknya yang korup dan rusak. Pada masa ini dilakukannya pemilihan umum sehingga rakyat dapat berdaulat. Pemilu yang dilaksanakan jauh lebih demokratis. Yang kedua rotasi kekuasaan dari pemerintahan pusat hingga pada tingkat desa. Ketiga pola rekruitmen politik yang dilakukan untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka. Dan yang keempat yaitu sebagian besar besar hak dasar manusia bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat.
Pengaruh Demokrasi Secara Umum
Setelah masa Orde Baru yang berlangsung selama 32 tahun, Bangsa Indonesia dan seluruh dunia memasuki milenium kedua yang ditandai oleh banyak perubahan yang signifikan di Indonesia. Dampak paling utama yang dirasakan bangsa Indonesia adalah pengaruh krisis moneter yang mempengaruhi depresiasi rupiah sehingga harga BBM naik tinggi, Bangsa Indonesia juga memasuki era demokrasi sesungguhnya yang tidak beda jauh dari Masa orde baru terutama pada kehidupan ekonomi mereka.
Namun demikian, sistem demokrasi yang sedang berjalan di Indonesia memperlihatkan beberapa kemajuan dibandingkan masa-masa sebelumnya.Terutama pemilihan umum yang dilaksanakan dengan diikuti banyak partai adalah sebuah kemajuan yang signifikan. Selain itu pemilihan presiden secara langsung dan juga diikuti oleh pemilihan kepala daerah secara langsung adalah kemajuan lain dalam perkembangan demokrasi di Indonesia. Diluar hal diatas, kebebasan berpendapat dan menyampaikan aspirasi di masyarakat semakin meningkat.
Para kaum tertindas mampu menyuarakan keluhan mereka di depan publik sehingga masalah masalah yang selama ini terpendam dapat diketahui oleh publik. Pemerintah mudah dikritik bila terlihat melakukan penyimpangan dan bisa dibawa ke pengadilan apabila terbukti melakukan kesalahan dalam memberikan kebijakan publik. Namun sayangnya hal ini belum terjadi secara signifikan. Akibatnya masih kuatnya kelompok yang pro-KKN maupun anti perbaikan Demokrasi di Indonesia masih berada pada masa transisi dimana berbagai prestasi sudah muncul. Contohnya, dibuatlah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mampu menimbulkan efek ketakutan kepada koruptor dengan dipenjarakannya banyak koruptor.
Namun para koruptor dana BLBI mendapat pengampunan yang tidak pantas dengan dosa-dosa yang mereka lakukan terhadap perekonomian Indonesia. Namun demikian masih ada banyak sisi positif yang bisa dilihat seperti lahirnya UU sistem pendidikan nasional yang memanfaatkan anggaran pendidikan sebesar 20 %.

