Pandemic Recovery Melalui Pemanfaatan Potensi Ekonomi di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan menjanjikan. Makin tahun, ekonomi semakin berkembang pesat, hal ini dikarenakan makin banyaknya sumber daya mausia yang memadai dan sumber daya melimpah. Contohnya seperti PT Freeport yang sudah tak asing didengar, pada tahun 2018 51% sahamnya berhasil diambil alih oleh pemerintah. Contoh lainnya adalah Indonesia sangat unggul dalam bidang pariwisata karena banyak darah-darah memukau yang sering dikunjungi oleh banyak turis internasional.Setidaknya ada empat sektor potensial yang akan menopang laju perekonomian Indonesia pada masa mendatang yakni pelayanan konsumen atau jasa, pertanian dan perikanan, sumber daya alam, serta pendidikan. Potensi pasar domestik pada empat sektor tersebut akan meningkat dari USD 0,5 triliun menjadi USD1,8 triliun. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong menjadi negara industri maju di antaranya:
Pertama, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai paling stabil di dunia. Kesimpulan ini juga diperkuat oleh laporan Bank Indonesia bahwa perekonomian Indonesia paling stabil di dunia dalam periode 4-5 tahun terakhir. Kedua, sekitar 90% pertumbuhan ekonomi nasional berasal dari wilayah di luar Jawa. Jadi, pertumbuhan ekonomi ini bukan hanya terjadi di Jawa atau Jakarta. Ketiga, sekitar 11% ekspor komoditas berasal dari sektor nonmigas. Ini membantah mitos bahwa model pertumbuhan dalam negeri didominasi ekspor. Keempat, pemakaian sumber daya sudah berkurang, bahkan sudah berkurang hingga 7%. Kelima, sekitar 60% pertumbuhan ekonomi ditopang oleh peningkatan produktivitas. Ini juga membantah bahwa pertumbuhan ekonomi hanya dari pertumbuhan angkatan kerja. Akibat pandemi Covid-19, mayoritas negara di Indonesia megalami resesi dan banyak yang mengalami kerugian yang sangat besar akibat permasalahan ini. Banyak yang kehilangan pekerjaan, banyak pedagang yang kehilangan bisnisnya. Hal ini mengakibatkan uang negara tidak berputar dan inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya defisit keuangan. Tetapi, walaupun Indonesia bisa dikatakan sedang dalam keadaan resesi, potensi ekonomi Indonesia tetap bisa dimanfaatkan untuk pandemic recovery.
Banyak sekali hal yang dapat dilakukan untuk mendukung pandemic recovery di Indonesia. Contohnya adalah pemanfaatan ekonomi digital yang berkembang makin pesat di Indonesia. Karena pandemic, masyarakat justru banyak yang beralih ke bisnis digital seperti online shop. Selama satu tahun ini, salah satu bidang yang terus berkembang yakni di bidang perdagangan bisnis digital. Bahkan sudah diprediksi bahwa padatahun 2030 ekonomi digital akan bekembang sebanyak delapan kali lipat.Pertumbuhan ekonomi digital itu sendiri akan tumbuh delapan kali lipat dari Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun. E-commerce akan memerankan peran yang sangat besar, yaitu 34% atau setara dengan Rp1.900 triliun. Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital tersebut, imbuhnya, terdapat terdapat sejumlah hal yang harus ditingkatkan, antara lain infrastruktur telekomunikasi serta perlindungan konsumen digital. Tenaga kerja/SDM kerja yang berketerampilan khusus di bidang teknologi menjadi salah satu pilar dasar yang penting, ekosistem inovasi juga penting untuk menghidupkan digital ekonomi tersebut, juga pelayanan publik, ekonomi digital, dan tata kelola dan strategi digital yang baik.
Dalam kasus di Indonesia, pemerinta sendiri masih berusaha untuk terus mencari solusi untuk menstabilkan kembali perekonomian Indonesia. Karena ketika ekonomi suatu negara sangat tidak stabil, maka negara itu sendiri akan kesulitan untuk membuat kebijakan-kebijakan untuk melakukan pandemic recovery, karena kebijakan tersebut rata-rata memerlukan alokasi dana yang sangat besar. Jika perekonomian digital ini bisa terus berkembang stabil dan pengalokasian dananya bisa dilakukan degan efektif, maka Indonesia sendiri memiliki sesuatu yang dapat diandalkan untuk terus meutar roda keuangan negara. Jika ekonomi negara sendiri sudah stabil, maka kita bisa menggunakannya untuk pandemic recovery, misalnya pada kasus PPKM serta PSBB dapat berjalan lebih efektif karena keuangan negara sendiri sudah stabil.
Hal lain yang dapat lebih dikembangkan agar Indonesia dapat melakukan pandemic recovery adalah pengembangan bidang pariwisata. Memang seksi ini masih belum bisa efektif jika diandalankan sekarang, tetapi pada suatu ketika saat dunia sudah kembali normal, pariwisata Indonesia bisa beroperasi dengan maksimal. Pada saat itu, pasti keadaan ekonomi negara kita sendiri akan sangat terpengaruh. Tetapi pemerintah dapat mengandalkan pariwisata Indonesia untuk membantu memulihkan keadaan ekopnomi yang sedang jatuh.
Ketika pandemi ini berakhir, orang-orang di seluruh dunia akan terasa sangat jenuh dan mereka akan pergi berlibur untuk melakuka refreshing. Di situlah kita bisa mengambil kesempatan untuk mengincar turis-turis asing agar berlibur ke Indonesia. Dengan jumlah turis asing yang bertambah serta juga dengan adanya turis domestik, perekonomian Indonesia akan langsung meningkat dengan pesat. Dengan strategi promosi yang bagus yang dibantu dengan adanya teknologi maju maka akan sangat mudah untuk menarik turis dari segala penjuru dunia.
Itulah beberapa aspek yang dapat ditingkatkan lagi untuk dapat memperbaiki kondisi dalam negeri. Memang saat ini hal yang paling dapat membantu memperbaiki keadaan adalah adanya teknologi maju yang dapat dimanfaatkan serta diimplementasikan ke segala bidang. Sumber daya alam di Indonesia yang berlimpah ini pun juga harus bisa digunakan secara optimal agar kita bisa mendapat keuntungan yang maksimal dengan meminimalisasi eksploitasinya. serta sumber daya manusia kompeten yang semakin banyak pun juga harus bisa dioptimalkan agar pandemic recovery di Indonesia dapat berjalan dengan baik di kemudian hari. Saya yang berperan sebagai pemerintah pun juga menganjurkan agar pemerintahan Indonesia bisa lebih cepat dalam pengembangan-pengembangan berbagai macam bidang di Indonesia agar kita bisa semakin cepat pulih dari krisis yang sedang dialami saat ini.

