• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Orangtua adalah Konselor Terbaik bagi Anak

    Orangtua adalah Konselor Terbaik bagi Anak

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 29/10/2022
    orangtua
    Illustrasi : Kedekatan Orangtua dengan Anak, Sumber : Kompasiana.com

    Beberapa waktu terakhir anak perempuan saya terlihat kurang bersemangat. Anak kedua saya yang duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar ini biasanya selalu ceria dan bersemangat. Yang sedikit membuat saya tertegun adalah ketika melihat tidurnya tidak pulas di malam hari. Dia terlihat gelisah, marah, dan “mencak-mencak” meskipun sedang tertidur. Puncaknya adalah ketika suatu malam anak perempuan saya tersebut mengatakan bahwa dia tidak mau sekolah besok dengan alasan atribut baju pramukanya tidak lengkap. Memang dalam beberapa bulan terakhir saya agak mencium gelagat kurang semangatnya putri kami ini dalam mengerjakan urusan pendidikannya. Nilai ujian harian maupun semesternya juga tidak terlalu memuaskan.

    Akhirnya saya dan istri pun membahas kondisi anak saya tersebut secara serius. Beberapa informasi yang sebelumnya telah diterimanya tentang kondisi sekolah dan pergaulan anak-anak saya akhirnya membawa kami kepada dugaan bahwa putri saya tersebut dalam kondisi psikologi yang kurang baik. Pada saat itu juga saya memanggil putri kami tersebut dan menanyakan apa yang dia rasakan selama berada di sekolah. Lantas dia menceritakan semua kekesalan, kebingungan, dan ketakutan yang dirasakan, baik yang berasal dari guru maupun teman-teman seangkatannya.

    Setelah mendengar cerita putri saya tersebut, lalu saya menelepon wali kelasnya. Dan dari wali kelasnya tersebut saya mendapat keterangan bagaimana perilaku putri saya tersebut, yang menurut gurunya masih perlu dibenahi. Setelah itu saya memberikan nasihat kepada putri kami tersebut dan mendorongnya untuk belajar dari pengamalaman dan memperbaiki apa yang menjadi kekurangannya. Beberapa minggu setelah itu saya selalu memantau perkembangan kondisi anak saya tersebut. Dan syukurnya terlihat dari hari ke hari dia semakin ceria, bersemangat ke sekolah, lebih disiplin, yang akhirnya berpengaruh kepada perbaikan nilai hasil ujiannya.

    Saya dan istri kebetulan berstatus pekerja, yang mana rutinitas kegiatan sehari-harinya mulai pagi hingga menjelang malam, sebagaimana kebanyakan orangtua di kota besar semisal Jabodetabek. Harus diakui bahwa waktu khusus untuk berbincang-bincang dengan anak-anak adalah hal yang cukup sulit untuk kami miliki. Tidak jarang justru akibat kelelahan dan banyaknya beban pekerjaan membuat fisik dan mental sudah menurun ketika tiba di rumah. Akibatnya yang sering muncul justru sikap yang kurang baik seperti kesal, cuek, bahkan marah. Padahal masih banyak hal yang harus diurus di rumah, terutama kebutuhan anak-anak.

    Padahal, belajar dari pengalaman putri saya di atas, ada begitu banyak situasi maupun peristiwa yang mereka hadapi setiap hari, yang mana mereka harus belajar untuk menerima, memahami, maupun mengatasinya sendirian. Di sekolah misalnya, meskipun di dalam kelas ada wali kelas yang bertanggungjawab atas anak saya, namun dengan sistem pendidikan yang belum terlalu ideal semisal perbandingan jumlah guru dan murid ataupun rasio jumlah murid per kelas, maka kita tidak bisa berharap banyak seorang wali kelas dapat masuk kepada perkembangan psikologi murid-muridnya.

    Belum lagi di sekolah, dengan latar belakang teman-temannya yang berbeda-beda membuat nilai-nilai dan pergaulan yang terbentuk juga belum tentu sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran yang kita kembangkan di rumah sebagai orangtua. Dan dengan semua situasi tersebut, anak-anak akhirnya harus mengambil keputusan sendiri, mana yang harus diikutinya, mana pula yang perlu dijauhinya. Namun praktiknya tentunya tidak semudah itu. Sebagai anak yang juga masih labil dalam perkembangannya, tidak jarang membuatnya terombang-ambing dalam kepribadian dan karakter, bahkan dapat kehilangan kepercayaan diri bahwa dia mampu berkembang dengan baik di dalam situasi dan kondisi yang tidak ideal tersebut.

    Yang lebih parah jika ternyata di lembaga pendidikan sendiri belum sepenuhnya bebas dari subjektifitas guru dalam menilai, perilaku mendiskreditkan siswa secara verbal maupun non verbal, kekerasan fisik dan non fisik (bullying) secara langsung maupun tersenbunyi dari rekan sepergaulan, dan hal-hal negatif lainnya, memaksa kita sebagai orangtua sama sekali tidak boleh lepas tangan atas pendidikan anak, alih-alih menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah. Dan yang lebih membuat situasi lebih memberatkan anak-anak adalah manakala setelah berjam-jam berada di luar rumah, ketika dia berharap hanya dalam 1-2 jam untuk berbicara saat orang tuanya ada di rumah, bukan ketenangan yang dia peroleh, alih-alih omelan bahkan amarah, yang membuatnya semakin terpuruk. Wajar jika akhirnya situasi ini membuat seorang anak kehilangan motivasi belajar bahkan dapat membuatnya menjadi stres.

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    Sumpah Pemuda, Tonggak Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia untuk Generasi Muda
    29/10/2022

    Next post

    Pengendalian Emosi Sebagai Ciri Mental yang Sehat
    29/10/2022

    You may also like

    Bumi
    Bumi Butuh Peremajaan, Gimana Caranya?
    3 July, 2026
    Sungai
    Pencemaran Air Sungai Mempengaruhi Lingkungan yang Sehat
    2 July, 2026
    Polusi
    Mengatasi Polusi Udara dengan Memperbaiki Lingkungan
    1 July, 2026

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    https://bktaruna.uma.ac.id/

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area