Mohammad Hatta Sang Bapak Aktivis Bangsa

Mohammad Hatta yang dikenal sebagai bapak proklamator tentu mempunyai sisi yang lebih menarik lagi untuk kita ketahui. Di samping menguasai bahasa Melayu dan Belanda, beliau juga fasih bahasa Inggris, Jerman, dan Prancis yang membuat pidato dan tulisannya tentang gagasan kemerdekaan Indonesia memiliki makna lebih luas secara internasional. Bahkan dengan banyaknya tulisan Bung Hatta menjadi suatu bukti dalam meruntuhkan argumen bahwa militerlah yang paling berjasa memerdekakan Indonesia melalui perjuangan senjata. ketajaman dan kekuatan Hatta menganalisis lebih tidak terkalahkan daripada tembakan manapun.
Menjadi pejuang kemerdekaan, kalau kamu anak turunan ningrat atau orang kaya, bukan sekedar keluar dari zona nyaman, tetapi juga harus bersedia menyedekahkan nyawa. Dan pahitnya lagi, sekalipun engkau sudah turut berkorban, bahkan menyetor nyawa, belum tentu dihargai. Seperti nasib komunis-komunis itu, yang andil dan pengorbanannya pada kemerdekaan Negeri ini tidak pernah direken oleh Negara. Tapi, ya..direken atau tidak, para pejuang sejati sebetulnya tidak butuh penghargaan. Seperti kata Bung Hatta, “pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-citanya.” Nah, bicara soal perjuangan yang butuh pengorbanan, ada kisah menarik dari mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang mengambil kuliah di Negeri Belanda di tahun 1920-an. Seperti dicatat sejarah, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Belanda itu tidak sekedar “kupu-kupu” (kuliah-pulang, kuliah-pulang), tetapi mereka aktif membangun gerakan politik.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Bung Hatta banyak terlibat dalam pergulatan politik serta kedaulatan rakyat. Bahkan Bung Hatta memenuhi sumpahnya yakni hanya kawin setelah Indonesia merdeka, dia melamar perempuan bernama Rahmi Rahim pada November 1945. selain itu, di sela-sela kesibukannyaa dia masih menulis buku atau artikel. begitu luas topik perhatiannya dari politik, koperasi, demokrasi, dan tentang agama Islam. Dan didirikan Perpustakaan Proklamator Bung Hatta yang merupakan salah satu Perpustakaan Nasional Indonesia.
Ibunda Hatta juga pernah kesal di hari pernikahan sang proklamator. Mengapa? Mohammad Hatta memberikan hadiah pernikahan kepada Rahmi Rachim adalah sebuah buku. Romantis sekali bukan. Buku yang baru selesai ditulis saat pembuangan Digul sekitar 1934. Tapi, buku bagi bung Hatta adalah harta yang paling berharga. Dalam dunia pergerakan Indonesia, mungkin bung Hatta adalah aktivis yang paling banyak menulis. Pada kehidupan sehari-harisehari-hari, Hatta memiliki waktu khusus untuk belajar dan jauh dari kemewahan, kegairahan ataupun perempuan. Kekasih Bung Hatta adalah buku, buku, dan Rahmi Rachim. Maka adakah cara lebih baik untuk memperingati Bung Hatta kecuali dengan membaca kembali buku-bukunya.

