• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Mengenal Identitas Nasional Indonesia Melalui Revitalisasi Pendidikan

    Mengenal Identitas Nasional Indonesia Melalui Revitalisasi Pendidikan

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 16/03/2023
    identitas
    Identitas Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

    Identitas manusia sejatinya adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan bantuan orang lain dalam berbagai aspek kehidupan. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwasannya manusia tidak dapat hidup seorang diri tanpa bantuan dari orang lain. Mereka saling membutuhkan satu sama lain. Tidak ada di dunia ini manusia yang dapat bertahan hidup seorang diri tanpa membutuhkan orang lain disekitarnya. Oleh karena itu, manusia disebut sebagai zoon politicon. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, maka manusia akan hidup berkelompok dengan orang lain. Biasanya kelompok-kelompok manusia yang terbentuk ini memiliki tujuan dan kepentingan yang sama.

    Oleh karena itu, mereka membentuk kelompok dan berharap dengan adanya kelompok ini nantinya dapat mewujudkan tercapainya cita-cita serta terpenuhinya kebutuhan yang mereka inginkan bersama. Begitu juga dengan bangsa Indonesia, kita semua adalah suatu kelompok masyarakat yang menduduki sebuah wilayah dengan kepentingan dan cita-cita yang sama, yakni tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mensejahterakan rakyat Indonesia supaya hidup aman, tentram, dan makmur.

    Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, ras, dan agama. Tak heran jika Indonesia dikatakan sebagai bangsa yang multikultur. Kata multikultur sendiri dapat diartikan sebagai majemuk atau plural. Tetapi, meskipun begitu bangsa Indonesia memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran bersama, sehingga perbedaan tersebut tidak menyebabkan bangsa Indonesia terpecah-belah. Untuk mencapai tujuan tersebut dapat dilakukan dengan selalu memupuk rasa nasionalisme dan patriotisme serta selalu menerapkan rasa cinta tanah air dalam diri sendiri.

    Setiap manusia yang satu dengan yang lainnya tentu tidak akan sama. Baik dari segi, sifat, fisik, dan lain-lain. Bahkan anak yang terlahir kembarpun masih memiliki perbedaan dalam segi genetiknya. Mereka semua memiliki ciri khas masing-masing. Begitu juga dengan bangsa Indonesia. Sebagai bangsa yang kaya dengan berbagai kekayaan alam dan budayanya, pastilah memiliki ciri khas bangsanya sendiri yang membuat bangsa Indonesia berbeda dari bangsa yang lainnya. Tidak mungkin jika suatu bangsa memiliki ciri khas yang sama persis dengan bangsa yang lain. Ciri khas bangsa inilah yang dinamakan sebagai identitas nasional. Identitas nasional merupakan jati diri suatu bangsa yang membedakan antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lainnya. Sebagai jati diri suatu bangsa, maka indentitas nasional mempunyai ciri khas, penanda, corak, karakteristik dan sifat yang dapat membedakan suatu bangsa dari bangsa lainnya.

    Kita dapat membedakan satu bangsa dengan bangsa yang lain melalui identitas nasional yang dimilikinya. Indentitas nasional terdiri dari dua kata yaitu identitas dan nasional. Kata identitas berasal dari bahasa inggris, yaitu identity yang berarti ciri khas, jati diri, tanda pada seorang individu maupun suatu kelompok yang menjadi pembeda dengan orang lain atau suatu kelompok yang lain. Sedangkan, kata nasional mempunyai arti sebagai gambaran dari identitas yang bersifat kebangsaan yang melekat pada seseorang atau kelompok orang berdasarkan kesamaan fisik, bahasa, cita-cita bangsa, sejarah, budaya, tujuan dan pedoman hidup suatu bangsa. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) identitas berarti ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang atau jati diri.

    Tilaar (2007, dalam Kemristek-Dikti. 2016), menyatakan identitas nasional berkaitan dengan pengertian bangsa. Menurutnya bangsa adalah suatu keseluruhan alamiah dari seseorang karena daripadanyalah seorang individu memperoleh realitas. Artinya, jika seseorang terlebas dari kehidupan bermasyarakat maka ia tidak mempunyai arti dalam masyarakatnya. Dalam konteks hubungan antarbangsa, seseorang dapat dibedakan karena rasionalitasnya, karena bangsa menjadi penanda yang dapat membedakan bangsa yang satu dengan yang lainnya. Selanjutnya Indonesia sebagai suatu negara bangsa yang sudah merdeka dan berdaulat tentunya memiliki jati diri atau ciri khas yang hanya dimiliki oleh negara Indonesia dan tidak terdapat di negara lain, sehingga menjadi pembeda yang dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang beridentitas dan berdaulat. Terdapat faktor yang mempengaruhi identiitas suatu bnagsa yang membedakan bangsa yang satu dengan bangsa lainnya yaitu sejarah, keadaan geografi, demografi, ekologi, kebudayaan, dan watak masyarakat suatu negara bangsa. (Nasional 2007) Kita semua tahu bahwasannya kita sekarang berada di abad ke-21 dimana teknologi informasi dan komunikasi sudah berkembang sangat pesat. Pada zaman kakek nenek kita, orang masih menggunakan surat untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Bisa kita bayangkan bagaimana susahnya menyampaikan pesan pada saat itu. Kita masih harus menunggu berharihari bahkan sampai berminggu-minggu demi sampainya pesan kita kepada orang lain. Beda halnya dengan zaman kita saat ini, dimana kita telah dimudahkan dengan adanya smartphone untuk mengirim pesan dengan didukung adanya internet yang menyebabkan pesan kita dapat sampai dalam hitungan menit bahkan detik sekalipun. Kita juga dapat mengirimkan pesan antar negara sekalipun. Hal ini tentu disebabkan karena adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menyebabkan hilangnya batas-batas antar negara. Semua terjadi begitu saja tanpa bisa kita rencanakan.

    Fenomena tersebut dinamakan dengan globalisasi. Globalisasi memberikan kemudahan bagi manusia di dunia untuk berinteraksi dan perlahan menghilangkan perbedaan yang membatasi mereka. Menurut Gannon, globalisasi merujuk pada meningkatnya ketergantungan antara pemerintah, perusahaan bisnis, organisasi nirlaba, dan penduduk secara individu (Samovar et a., 2010).

    Globalisasi tentu saja tidak selamanya membawa dampak positif bagi semua manusia, tetapi globalisasi juga dapat membawa dampak negatif tergantung bagaimana kita menyikapinya.

    Keller (2006) menyatakan dalam penelitianya bahwa untuk mengatasi dan mencegah dampak negatif dari adanya globalisasi ini, maka diperlukan adanya penguatan nilai-nilai tradisional dan lokal yang menjadi identitas dan perekat. Apabila suatu masyarakat mampu memegang teguh nilai-nilai tersebut, maka masyarakat tidak akan terpengaruh oleh dampak globalisasi.

    Namun disisi lain, Maftuh (2008) juga menyatakan bahwa pada saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan terhadap penerapan dan implementasi nilai-nilai pancasila. Padahal Pancasila merupakan nilai dan ideologi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Indonesia. Banyak sekali tantangan yang kita hadapi saat ini berkaitan dnegan globalisasi. Salah satunya yaitu kehidupan masyarakat indonesia, pada khususnya anak muda yang banyak dipengaruhi oleh budaya dan nilai-nilai dari luar yang pada akhirnya hal ini akan berakibat pada perubahan sikap dan perilaku yang tidak selaras dengan nilai-nilai budaya lokal. Dari pernyataan para ahli diatas jika masyarakat mampu memegang teguh nilai-nilai tradisional dan lokal akan dapat menghindarkan diri mereka dari pengaruh negatif globalisasi.

    Nilai-nilai tradisional dan lokal yang menjadi perekat ini tidak lain dan tidak bukan adalah identitas nasional bangsa Indonesia. Indonesia sudah memiliki identitas yang diakui oleh seluruh negara berdaulat yang ada di dunia. Nama negara kita adalah Indonesia, bendera kita merah-putih, lagu kebangsaan kita Indonesia raya, ideologi bangsa kita adalah Pancasila dan beberapa identitas-identitas lainnya yang hanya dimiliki oleh negara kita. Berbicara mengenai identitas dan ciri bangsa, maka kita tidak boleh melupakan kebudayaan bangsa kita yang menjadi kekayaan bangsa dengan harga yang sangat mahal. Lalu dari manakah kita mempelajari tentang identitas nasional? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah melalui pendidikan. Semua pendidikan pasti mengajarkan tentang hal tersebut.

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    Startup Alami Bubble Burst, Bagaimana Nasib Ekonomi Digital Indonesia?
    16/03/2023

    Next post

    Ancaman Krisis Pangan Global, Bagaimana Perkembangan Food Estate Indonesia?
    16/03/2023

    You may also like

    pentingnya stabilizer untuk tekanan listrik di rumah sendiri
    Pentingnya Stabilizer untuk Tekanan Listrik di Rumah Sendiri
    18 July, 2026
    tips agar penggunaan listrik lebih hemat
    Tips agar Penggunaan Listrik Lebih Hemat: Cara Mudah Mengurangi Tagihan Listrik di Rumah
    17 July, 2026
    Kuliah Jarak Jauh
    Strategi Pengembangan Kuliah Jarak Jauh yang Lebih Efisien
    16 July, 2026

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    https://bktaruna.uma.ac.id/

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area