Membuat Aplikasi Pendeteksi Nikotin Dengan Arduino

Membuat aplikasi pendeteksi nikotin menggunakan Arduino membutuhkan beberapa langkah utama, termasuk perangkat keras, perangkat lunak, dan integrasi. Berikut langkah-langkahnya untuk Membuat Aplikasi Pendeteksi Nikotin Dengan Arduino:
1. Komponen yang Diperlukan
Perangkat Keras
- Arduino Uno/Nano (atau model lain sesuai kebutuhan)
- Sensor Gas MQ-3 atau MQ-7
(Sensor ini dapat mendeteksi kandungan gas tertentu, seperti alkohol, karbon monoksida, atau nikotin.) - Resistor (10 kΩ)
- Kabel jumper
- Breadboard
- Modul layar LCD 16×2 (opsional untuk menampilkan hasil deteksi)
- Modul Bluetooth/ESP8266 (opsional jika ingin data dikirim ke ponsel)
- Catu daya (power supply) atau kabel USB untuk Arduino
2. Rangkaian
Langkah-Langkah Merakit
- Koneksi Sensor Gas
Sambungkan sensor gas (misalnya MQ-3) ke Arduino:- Pin VCC sensor → Pin 5V Arduino
- Pin GND sensor → Pin GND Arduino
- Pin A0 sensor → Pin A0 Arduino (untuk membaca nilai analog)
- Tambahkan LCD (Opsional)
Jika menggunakan LCD, hubungkan sesuai dengan pin SDA dan SCL Arduino (biasanya A4 dan A5 pada Arduino Uno). - Tambahkan Bluetooth/WiFi (Opsional)
Jika ingin mengirim data ke aplikasi, hubungkan modul Bluetooth (HC-05) atau ESP8266 untuk komunikasi nirkabel.
3. Kode Arduino
Berikut adalah kode contoh untuk membaca data dari sensor dan menampilkan nilai konsentrasi nikotin:
4. Kalibrasi Sensor
Sensor seperti MQ-3 membutuhkan kalibrasi untuk membaca konsentrasi nikotin dengan akurat. Langkah-langkah:
- Letakkan sensor dalam kondisi udara bersih dan catat nilai pembacaan (nilai dasar).
- Uji sensor dengan uap nikotin (dari rokok atau cairan vape) dan catat nilai maksimum.
- Sesuaikan perhitungan di kode untuk mengonversi nilai analog ke konsentrasi nikotin.
5. Integrasi dengan Aplikasi (Opsional)
Untuk mengirim data ke ponsel:
- Gunakan modul Bluetooth (HC-05) untuk mengirim data ke aplikasi seperti Serial Bluetooth Terminal di Android.
- Atau gunakan modul WiFi (ESP8266) untuk mengirim data ke server atau aplikasi berbasis web.
Contoh pengiriman data via Bluetooth:
6. Uji dan Evaluasi
- Uji sensor dalam kondisi yang berbeda.
- Perbaiki jika hasil tidak akurat atau tidak stabil.

