• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Membuat Alat Pengukur emosi dengan arduino

    Membuat Alat Pengukur emosi dengan arduino

    • Posted by M. Khairul Ashari
    • Categories artikel
    • Date 18/02/2025

    Membuat alat pengukur emosi dengan Arduino bisa dilakukan dengan menggunakan sensor yang mendeteksi respons fisiologis tubuh, seperti detak jantung, konduktansi kulit, atau ekspresi wajah. Berikut adalah beberapa pendekatan yang bisa digunakan untuk Membuat alat pengukur emosi dengan Arduino:

    1. Pilihan Sensor yang Bisa Digunakan

    • Sensor Detak Jantung (Pulse Sensor/ECG Sensor)
      → Emosi seperti stres atau ketenangan bisa dideteksi dari perubahan detak jantung.
    • Sensor Galvanic Skin Response (GSR Sensor)
      → Mengukur perubahan konduktansi kulit akibat keringat (misalnya, saat stres atau gugup).
    • Sensor Ekspresi Wajah (Camera + AI Processing dengan OpenCV atau TensorFlow Lite)
      → Menganalisis ekspresi wajah untuk mendeteksi emosi.
    • Sensor Suhu dan SpO2 (MAX30102, MLX90614)
      → Bisa digunakan untuk memantau perubahan suhu tubuh akibat emosi tertentu.

    2. Komponen yang Dibutuhkan

    • Arduino Uno / ESP32 / ESP8266 (tergantung kebutuhan konektivitas)
    • Pulse Sensor (deteksi detak jantung)
    • GSR Sensor (konduktansi kulit)
    • OLED/LCD Display (menampilkan hasil)
    • Buzzer/Led RGB (indikasi emosi)

    3. Rangkaian Dasar

    Hubungkan:

    • Pulse Sensor ke A0 (membaca detak jantung).
    • GSR Sensor ke A1 (membaca tingkat stres).
    • LCD/OLED ke I2C (SDA, SCL) untuk menampilkan hasil.
    • LED RGB atau buzzer ke pin digital untuk feedback visual/audio.

    4. Contoh Kode Arduino

    Berikut adalah contoh kode sederhana untuk membaca detak jantung dan GSR, lalu menampilkan hasilnya di LCD/OLED:

    cpp
    #include <Wire.h>
    #include <Adafruit_GFX.h>
    #include <Adafruit_SSD1306.h>

    #define SCREEN_WIDTH 128
    #define SCREEN_HEIGHT 64

    Adafruit_SSD1306 display(SCREEN_WIDTH, SCREEN_HEIGHT, &Wire, -1);

    const int pulsePin = A0;
    const int gsrPin = A1;
    int pulseValue = 0;
    int gsrValue = 0;

    void setup() {
    Serial.begin(115200);
    if (!display.begin(SSD1306_SWITCHCAPVCC, 0x3C)) {
    Serial.println(F("SSD1306 allocation failed"));
    for (;;);
    }
    display.display();
    delay(2000);
    display.clearDisplay();
    }

    void loop() {
    pulseValue = analogRead(pulsePin);
    gsrValue = analogRead(gsrPin);

    Serial.print("Detak Jantung: "); Serial.println(pulseValue);
    Serial.print("GSR: "); Serial.println(gsrValue);

    display.clearDisplay();
    display.setTextSize(1);
    display.setTextColor(WHITE);
    display.setCursor(0, 10);
    display.print("HR: "); display.println(pulseValue);
    display.print("GSR: "); display.println(gsrValue);
    display.display();

    delay(500);
    }


    5. Analisis Data untuk Mengukur Emosi

    • Jika detak jantung tinggi + GSR tinggi → Stres atau cemas.
    • Jika detak jantung normal + GSR rendah → Tenang.
    • Jika detak jantung rendah + GSR tinggi → Bisa jadi takut atau gelisah.

    Untuk pengolahan lebih lanjut, data bisa dikirim ke komputer atau smartphone menggunakan Bluetooth/WiFi (ESP32/ESP8266) dan dianalisis dengan Python (TensorFlow/Keras untuk Machine Learning).


    6. Pengembangan Lanjutan

    • Gunakan AI untuk klasifikasi emosi lebih akurat.
    • Integrasikan dengan Aplikasi (misalnya, Android dengan MIT App Inventor atau Flutter).
    • Tambah Sensor Ekstra seperti kamera untuk mendeteksi ekspresi wajah.
    • Share:
    author avatar
    M. Khairul Ashari

    Previous post

    Membuat Data Gerak Laju Kendaran Menggunakan Arduino
    18/02/2025

    Next post

    Membuat Lagu Melalui Pandangan Melalui Arduino
    19/02/2025

    You may also like

    Cara Meningkatkan Produktivitas Tanpa Harus Bangun Pagi
    30 January, 2026

    Produktif nggak selalu harus bangun pagi kok. Yang penting itu ngatur energi, bukan jam alarm. Ini beberapa cara meningkatkan produktivitas tanpa maksa jadi “morning person” 😄 1. Kenali Jam Emas Versi Kamu Ada orang yang otaknya baru “nyala” siang atau …

    Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Anak Muda
    27 January, 2026

    Anak muda itu kreatif dan berani ambil risiko—sayangnya, urusan uang sering jadi korban 😅Ini kesalahan finansial yang paling sering dilakukan anak muda, plus sedikit konteks biar relate: Tidak Punya Anggaran (Budgeting) Uang datang, uang pergi. Tanpa tahu ke mana perginya.Banyak …

    Apa Itu AI dan Bagaimana Dampaknya bagi Kehidupan Sehari-hari
    24 January, 2026

    AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan adalah teknologi yang memungkinkan mesin atau sistem komputer meniru cara berpikir dan belajar manusia. AI bisa mengenali pola, memahami bahasa, membuat keputusan, bahkan belajar dari pengalaman tanpa harus diprogram ulang secara manual. Contoh Sederhana …

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    logo-lke-uma

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area