Kutipan Hasil Pendidikan Kita

Sudah sekitar dua minggu, Andi keponakan aku mondar-mandir di atas motornya. sekali waktu membonceng sebongkah rumput hijau buat memberi makan kambing. Cara dia membawa rumput begitu kaku, indikasi dia tidak terbiasa atau mungkin tidak terlalu menyukai pekerjaan itu. Andi lulus berasal Sekolah Menengah kejuruan (Sekolah Menengah kejuruan) lebih kurang 6 bulan yang lalu. Sebenarnya beliau telah menerima pekerjaan sebulan yg kemudian. Sebuah kafe pada Yogyakarta syahdan sebagai tempat kerjanya. sampai waktu ini aku tidak tahu sempurna, apa yang mengakibatkan beliau keluar berasal pekerjaan tersebut. Sebelum mendapatkan pekerjaan itu, beliau telah meminta petuah untuk mencari pekerjaan. kemudian saya berikan beberapa nama perusahaan yang pula terdapat di Yogyakarta. Termasuk bekas perusahaan kawasan saya dulu bekerja. Walaupun mungil, daerah saya dulu bekerja sangat cocok dengan jurusan Teknik Mesin yang diambilnya. Namun, dia tampaknya tidak terlalu tertarik dengan petuah yg saya berikan, termasuk mantan majikan saya. dia berkata, beliau tidak mampu mengoperasikan banyak sekali peralatan mesin yang dia pelajari selama tiga tahun itu. dan hal seperti inilah yang membuatku kesal. Sekolah tiga tahun menggunakan porto tinggi, Anda bahkan tidak bisa mengoperasikan beberapa jenis mesin. Saya jua jangan lupa pengalaman bertahun-tahun yang kemudian ketika aku menuntaskan sekolah di kawasan yang sama menggunakan keponakan saya Andi. Itu lebih kurang 12 tahun yang kemudian. waktu itu, berasal kurang lebih 120 mahasiswa jurusan teknik mesin, tak ada 10 orang yg mampu mengoperasikan mesin yg telah dipelajarinya selama tiga tahun. Itu pun hanya buat dua jenis mesin. dan asal 120 mahasiswa tersebut, hanya kurang lebih 25% yang kemudian menerima pekerjaan yg seharusnya. Memang ada faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. namun, proses pendidikan artinya faktor terpenting yang menyebabkan kegagalan tersebut. Proses pendidikan wajib menciptakan kemampuan asal kecacatan. 120 teman aku awalnya juga orang yg tidak tahu apa-apa ihwal mesin perkakas. serta Bila tidak ada 10% lulusan yang mampu mengetahui alat-alat listrik apakah bisa dikatakan berhasil?
Keterampilan ialah hal terpenting yang menjadi tolok ukur sebuah sekolah kejuruan. Walaupun keterampilan tersebut belum tentu dipergunakan dalam global kerja. tetapi dalam konteks keberhasilan Sekolah Menengah kejuruan tentunya sangat penting buat dibicarakan. lalu hal berikutnya adalah etos kerja dan disiplin. kedua hal tersebut tentunya sangat diharapkan pada dunia kerja.

