Kenali Manfaat Bercocok Tanam bagi Tumbuh Kembang Anak

Berkebun atau bercocok tanam merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh semua golongan tanpa mengenal batasan usia ataupun kasta. Pasalnya, berkebun dapat membantu memulihkan kesehatan mental setelah penat dari berbagai pikiran dan aktifitas fisik yang melelahkan. Tak hanya pada orang dewasa, berkebun juga sangat membantu untuk meningkatkan tumbuh kembang anak.
Tak harus bercocok tanam secara spesifik, dapat juga dilakukan mulai dari menanam benih, menyiram tanaman di halaman rumah atau memanen sayuran di rooftop rumah, yang penting menyenangkan bagi anak-anak. Jadi tidak ada salahnya jika orangtua sejak dini mengenalkan bercocok tanam kepada anak. Berikut 3 manfaat bercocok tanam bagi tumbuh kembang anak.
1. Melatih Cinta Alam dan Kepekaaan Pada Lingkungan

Bercocok tanam sejatinya adalah merawat kehidupan. Sejak dini anak-anak mulai dikenalkan bersentuhan dengan alam. Mulai dari hal terkecil, anak-anak diajari untuk mengenali berbagai macam tanaman buah atau sayuran yang sering dikonsumsi si kecil seperti buah rambutan, stroberi atau sayur bayam. Banyak elemen yang harus diperhatikan selama bercocok tanam seperti mengatur penggunaan air untuk menyiram dan memperhatikan cuaca sebelum bercocok tanam.
Secara tidak langsung hal ini akan menumbuhkan sikap kepekaan anak-anak pada lingkungan agar tanaman yang mereka tanam dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, dengan bercocok tanam artinya anak-anak belajar berinvestasi oksigen karena dengan tanaman yang mereka tanam akan menghasilkan oksigen yang sangat berguna bagi mahkluk hidup. Tidak hanya itu, dengan merawat dan menyirami tanaman setiap hari, dapat menanamkan sikap cinta lingkungan pada anak, selain itu juga bisa mengajari mereka sikap bertanggung jawab terhadap tanaman yang ditanamnya sendiri.
2. Meningkatkan Kecerdasan Anak

Hasil dari sebuah rumusan dari manfaat berkebun bagi anak-anak oleh Kittie Butcher dari Michigan State University Extension dan Janet Pletcher dari Lansing Community Collegedidapati yaitu mampu meningkatkan kecerdasan anak. Mengenali warna buah-buahan seperti warna stroberi adalah merah dan warna sayuran wortel adalah oranye secara pasti mampu menstimulus sensorik anak untuk berkembang. Penglihatan mata dan daya pikir akan berkembang. Begitupun juga ketika anak-anak mengenal bentuk-bentuk daun dari tanaman, mengidentifikasi warna bunga, dan mencium aroma aneka buah-buahan segar.
Selain itu, kemampuan motorik anak-anak juga akan berkembang, bagaimana anak mengangkat gembor untuk menyiram tanaman, berjalan pelan ketika menginjak tanah berlumpur dan otot-otot matanya fokus mengamati bagian tanaman yang terserang hama. Apabila tanaman yang mereka tanam layu atau terserang ulat daun maka anak-anak dapat menganalisa hal apa yang seharusnya dilakukan sehingga menumbuhkan kecerdesan emosional dan intelektual.
3. Menumbuhkan Minat Makan Buah dan Sayur

Setelah mengenal buah dan sayuran, anak-anak akan mudah terdorong untuk makan buah dan sayuran. Psikolog Anna Surti Ariani dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI, menjelaskan bahwa berkebun memang bisa membuat anak suka makan buah dan sayuran. Anak-anak berusaha memberanikan diri untuk mencicipi buah dan sayuran dari hasil jerih payah mereka sendiri dan itu akan menumbuhkan kebanggan tersendiri bagi dirinya. Sebuah penelitian yang dijelaskan pada laman Today’s Parents, Moms. Hasil penelitian itu menunjukan bahwa anak yang ikut mengambil bagian dalam proses bercocok tanam, akan cenderung senang memakan sayur dan buah yang mereka tanam sendiri. Nah, agar anak-anak gemar makan buah dan sayur, tidak ada salahnya orangtua untuk mengenalkan bercocok tanam bagi anak-anaknya.
Selain 3 manfaat di atas, masih banyak manfaat bercocok tanam bagi tumbuh kembang anak seperti melatih hidup sehat dan mencintai sesama mahkluk hidup, melatih sikap sabar dan bertanggung jawab anak serta meningkatkan hubungan anak dengan orang tua. Selalu ingat, bekali anak-anak dengan perlengkapan yang aman dan jangan lengah pada pengawasan. Anak-anak adalah peniru yang baik, jadi beri tauladan yang baik kepada anak untuk berani memutuskan mencintai berkebun.

