• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Jiwa Menurut Psikoanalisis Klasik

    Jiwa Menurut Psikoanalisis Klasik

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 14/02/2023

    Jiwa

    Ketika kita berbicara perihal jiwa psikologi yang ada didalam benak orang awam pasti tidak di pungkiri dengan peramal, pembaca karakter orang,pembaca nasib orang. Gak kek gitu juga bambang!!! Bahkan ada yang tidak mengenal dengan apa itu psikologi. Ilmu psikologi hadir sejak abad 18. Dalam pembahasan psikologi kepribadian selalu menjadi satu topik bahasan yang penting. Psikologi hadir sebagai ilmu yang berusaha memahami manusia seutuhnya, yang dapat dilakukan melalui pemahaman tentang kepribadian.

    Jadi, psikologi tidak seperti yang orang-orang katakan seakan-akan ilmu dukun. Ketika kita memahami psikologi maka kita akan lebih meminimalisir cara kita bersosial dengan tidak seenaknya memandang kehidupan orang dengan sok tahu. Ketika mempelajari psikologi kita tidak langsung dapat menjudge seseorang dari tingkah lakunya. Tidak ada tingkah laku yang terjadi begitu saja tanpa alasan; pasti ada faktor-faktor, sebab-musabab, pendorong, motivator, sasaran-tujuan, dan atau latar belakang. Dalam pembahasan kali ini mari kita sharing sedikit aliran psikologi klasik yaitu psikoanalisis dari Sigmund Freud. Yah, mungkin kita bisa lebih paham sedikit tentang kemanusiaan dari pandangan psikologi.

    Sturuktur Kepribadian

    Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), pra sadar (preconscious), dan tak sadar (unconscious). Topografi atau peta kesadaran ini dipakai untuk mendeskripsi unsur cermati (awareness) dalam setiap event mental seperti berfikir dan berfantasi. Baru pada tahun 1923 Freud mengenalkan tiga model struktural yang lain, yakni id, ego dan super ego. Struktur baru ini tidak mengganti struktur lama akan tetapi melengkapi.

    Sadar (Consciuos)

    Tingkat kesadaran yang berisi semua hal yang kita cermati pada saat tertentu. Menurut freud, hanya sebagian kecil saja dari kehidupan mental (fikiran, persepsi, perasaan dan ingatan) yang masuk ke kesadaran. Disini kita bisa menarik kesimpulan ternyata kesadaran hanya sebagian kecil dari kehidupan yang kita jalani.

    Prasadar (Preconsciuos)

    Disebut juga dengan ingatan siap, yakni menjadi tingkat kesadaran yang menjadi jembatan antara sadar dan tak sadar. Isi preconsciuos berasal dari conscious dan dari unconscious. Pengalaman yang dtinggal oleh perhatian, semula disadari tetapi kemudian tidak lagi dicermati, akan ditekan pindah ke daerah prasadar. Materi tak sadar yang sudah di daerah prasadar itu bisa muncul kesadaran dalam bentuk simbolik, seperti mimpi, lamunan, salah ucap, dan mekanisme pertahanan diri.

    Tak sadar (Unconscious)

    Bagian paling dalam dari struktur kesadaran dan menurut Freud merupakan bagian terpenting dari jiwa manusia. Ketidaksadaran itu berisi insting, impuls dan drives yang di bawa dari lahir, dan pengalaman-pengalaman traumatik biasanya pada masa anak-anak yang ditekan oleh kesadaran dipindah ke daerah tak sadar. Pengaruhnya kuat untuk bertahan terus dalam ketidaksadaran, pengaruhnya dalam mengatur tingkah laku sangat kuat namun tetap tidak disadari. Dari beberapa penjelasan struktur kepribadian yang paling berpengaruh adalah tak sadar (unconscious). Tingkah laku kita tanpa disadari dipengaruhi oleh alam bawa sadar kita.

    Mungkin selama ini yang kita pahami bahwa alam sadar yang mengontrol segala sesuatu ketika kita menjalani kehidupan, akan tetapi alam sadar hanya sebagian berperan penting untuk kehidupan kita. Pengalaman-pengalaman yang kita lewati yang masuk ke alam tak sadar yang mempengaruhi kita dalam menjalani kehidupan. Berikut penjelasan strktur kepribadian yang di upgrade Sigmund Freud :

    Id

    Mengacu pada tuntutan primmitif dan naluriah sifat-sifat dasar manusia yang tak terpengaruh oleh pertimbangan-pertimbangan moral dan sosial. Id dikuasai oleh “prinsip kesenangan”, karena hal itu menuntut kepuasan yang segera dan tanpa syarat dengan tidak mepertimbangkan kesesuaian dengan waktu dan tempat. Pada anak yang sangat mudah, id sangat dominan. Anak akan berteriak untuk mendapatkan apa yang di inginkannya. Namun, secara bertahap, ia belajar bahwa ada penghalang antara kepuasan dan keinginan. Id juga bisa dikatakan sebagai nafsu bawaan lahir manusia.

    Ego

    Memiliki tugas mengendalikan tuntunan id, dengan mencari kepuasan mereka pada batas-batas realitas. Dengan kata lain, ego bertentangan dengan “prinsip realitas” hingga “prinsip kesenangan” id. Ego berasal dari dalam id sebagai sugesti mencari bentuk-bentuk pemuasan impuls id di dunia eksternal. Ego bertindak sebagai penengah yang mengatur hasrat id untuk realitas.

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    Lika-liku Program Studi Fakultas Teknik
    14/02/2023

    Next post

    Mengenal Lebih Jauh tentang Dunning-Kruger Effect
    14/02/2023

    You may also like

    cara memanfaatkan aki bekas untuk listrik mandiri
    Cara Memanfaatkan Aki Bekas untuk Listrik Mandiri
    14 July, 2026
    air sumur
    Tips dan Trik Menjernihkan Air Sumur Bor yang Kuning
    13 July, 2026
    listrik
    Pengembangan Listrik Mandiri Sederhana untuk Rumah Pribadi
    11 July, 2026

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    https://bktaruna.uma.ac.id/

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area