• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Beda Negara Beda Cara Berhitung dengan Jari

    Beda Negara Beda Cara Berhitung dengan Jari

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 02/02/2023

    Ternyata menghitung dengan jari dari 1 sampai 10 tidak sama di semua negara. Ada beberapa yang sama, mirip, atau Beda Negara sama sekali. Di Filipina hitungan satu dimulai dengan jari kelingking, diikuti jari manis, jari tengah, telunjuk, dan ibu jari. Pergerakan jari yang membutuhkan latihan bagi yang tidak biasa.

    Indonesia

    Masih ingat tidak bagaimana dulu diajarkan menghitung dengan jari? Hitungan 1 dimulai dengan telunjuk mengarah ke atas dan jari yang lain terkepal. Lalu 2, jari tengah diangkat ke atas, kemudian 3 dan 4 diikuti jari manis dan kelingking, terakhir ibu jari terbuka pada hitungan 5. Untuk hitungan 6 sampai 10 diulangi dengan menggunakan tangan yang lainnya. Cara menghitung seperti di Indonesia dilakukan juga di beberapa negara lain, seperti Amerika Serikat dan Inggris. Umumnya negara-negara berbahasa Inggris menghitungnya sama seperti di Indonesia.

    Jerman

    Orang Jerman menghitungnya juga beda. Hitungan 1 dimulai dengan mengacungkan ibu jari, lalu 2 dengan mengangkat jari telunjuk, diikuti 3 membuka jari tengah, 4 jari manis, dan 5 dengan kelingking. Untuk hitungan 6 hingga 10 diulangi dengan menggunakan tangan kedua.

    Bagi sebagian orang yang tidak terbiasa atau baru pertama sekali menghitung yang diawali dengan jempol terkadang sedikit merepotkan pada hitungan ke 4 dan 9. Sebetulnya ini hanya kebiasaan saja, dengan berjalannya waktu, tidak ada kesulitan melakukan hitungan satu pada jari telunjuk maupun dengan jempol.

    Berhitung seperti orang Jerman ini banyak dilakukan oleh orang-orang di negara Eropa Barat dan Tengah. Dari perbedaan kebiasaan ini yang terlihat sangat sepele, terkadang kita dapat mengetahui asal seseorang, bahkan dapat mengungkap satu hal yang tersembunyi.

    Ada adegan di satu bar dalam film “The Inglorious Bastards” tahun 2009 yang disutradarai oleh Quentin Tarantino dan dibintangi oleh Brad Pitt, Christoph Waltz, Diane Kruger, Michael Fassbender, Eli Roth, Daniel Brühl, Til Schweiger, dan Mélanie Laurent.

    Seorang mata-mata Inggris yang menyamar sebagai perwira Jerman terungkap identitasnya. Pelayan bar menanyakan saat mereka akan minum whisky;

    “Wie viele Gläser?” (Berapa gelas?)

    “Drei Gläser.” (Tiga gelas) – Begitu pria laki-laki yang menyamar itu menjawab dengan menunjukkan tiga jari (jari telunjuk, tengah, dan jari manis).

    Tindakan kecil yang salah. Orang Jerman mestinya mengatakan 3 dengan menunjukkan jempol, jari telunjuk, dan jari manis.

    China

    Cara menghitung dengan jari terkadang juga membingungkan orang lain. Saya baru menyadari ini saat pertama sekali tiba di Tiongkok. Saya berdua dengan anak saya waktu itu menyusul suami saya yang sudah tinggal di China sekitar setengah tahun. Kami bertiga dan seorang kolega suami pergi makan malam mencoba kuliner lokal. Sesuai rekomendasi kolega suami, kami memilih restoran yang menyajikan menu autentik negeri ini. Pelayan datang dan menanyakan pesanan minuman kami. Saya memesan satu teko jus semangka untuk diminum bersama.

    “Two pijiu (dua bir).” Suami saya mengatakan pada pelayan sambil menunjukkan jempol dan jari telunjuk. Pelayan mengulangi pesanan suami saya mengacungkan jari telunjuk dan tengah dengan wajah sedikit heran. Suami saya dan koleganya mengangguk dan tertawa. Mereka tertawa karena “kesalahan” kecil yang dibuat suami saya saat memesan bir. Hitungan dengan jari di China berbeda dengan orang Indonesia dan orang Jerman. Belakangan saya mempelajarinya dari guru di kelas Mandarin.

    Orang China menghitung 1 hingga 5 sama seperti orang Indonesia. Namun, pada hitungan 6 hingga 10 sangat berbeda.

    6: menunjukkan jempol dan kelingking, tiga jari di tengah dilipat ke dalam.
    7: menyatukan ujung jempol, telunjuk, dan jari tengah, sementara dua jari lainnya dilipat ke dalam. Cara lainnya dengan menyatukan semua ujung jari.
    8: mengacungkan jempol dan telunjuk
    9: membengkokkan telunjuk dan melipat ke dalam empat jari yang lain
    10: membentuk tanda tambah dengan dua telunjuk. Cara lainnya dengan mengepalkan tangan.

    Hitungan 8 yang dilakukan orang China sama dengan hitungan 2 orang Jerman. Ini yang saya dengar dari pengalaman kolega suami saat berada di bar maupun di rumah makan saat memesan sesuatu. Guru bahasa di kelas saya juga mengingatkan kami agar jangan salah mengacungkan jari saat memesan sesuatu. Untuk hitungan 10, guru saya lebih suka dengan cara mengepalkan tangan. Menurut beliau, menghitung 1 hingga 10 cukup dilakukan dengan satu tangan.

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    4 Dampak Ketika Anak Sering Dibentak
    02/02/2023

    Next post

    Nilai-Nilai Filosofis Kearifan Lokal Yang Terkandung Dalam Karya Seni Batik Indonesia
    02/02/2023

    You may also like

    Alami
    Memanfaatkan Air untuk Tenaga Listrik Alami: Solusi Energi Ramah Lingkungan
    10 July, 2026
    segar
    Tips Udara Ruangan agar Lebih Segar: Cara Mudah Menciptakan Lingkungan yang Sehat dan Nyaman
    9 July, 2026
    dokumen bekas
    Pemanfaatan Dokumen Bekas untuk Pembuatan Pupuk Organik
    8 July, 2026

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    https://bktaruna.uma.ac.id/

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area