• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Bagaimana Menerapkan Sistem Pendidikan Among pada Peserta Didik?

    Bagaimana Menerapkan Sistem Pendidikan Among pada Peserta Didik?

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 06/03/2023

    Bagaimana

    20 tahun mengajar apakah tidak bosan? Mungkin jika pertanyaan tersebut ditanyakan kepada mereka yang tak memiliki jiwa pendidikan agaknya sebagian besar pasti menjawab yang jelas bosan. 20 tahun menjadi guru, mengajar, berpapasan dengan rekan kerja yang itu-itu saja, tak banyak jenjang karir yang meningkat, mengurus siswa setiap hari pagi sampai malam, menjawab segala keluhan, dan harus serba bisa di segala keadaan seakan menjadi rutinitas yang wajib dijalani. Menariknya, menjadi guru tak hanya sekedar profesi melainkan menjadi sebuah tanggung jawab besar tentang bagaimana sebuah tugas mulia harus dijalankan. Selain itu, ada hal khusus yang menjadi perhatian bersama agar profesi guru dapat dijalankan dengan nyaman oleh seseorang. Apa itu, ya penerapan sistem pendidikan dan pola yang tepat bagi perkembangan peserta didik. Pernahkah anda mengenal istilah sistem among yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara?

    Sebelum membahas lebih lanjut tentang sistem pendidikan tersebut, mari kita bahas terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan sistem among. Menurut Ki Supriyoko, sistem among  merupakan suatu metode pengajaran dan pendidikan yang didasarkan pada rasa silih kasih, silih asah, dan silih asuh. Sistem aming dalam pelaksanaannya bersendkan pada asas kemerdekaan pada asas kemerdekaan dan kodrat alam. Selanjutnya, Ki Sutikno menjelaskan bahwa sistem among berarti mendidik anak menjadi manusia yang merdeka batinnya, merdeka pikirannya, dan merdeka tenaganya. Kodarat alam memiliki hukum-hukum kemajian yang dapat memberikan kebahagiaan bagi manusia. Secara umum, sistem pendidikan among diterapkan dalam sistem pengajaran berfungsi sebagai metode yang bertujuan memberikan kesempatan peserta didik untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ia miliki. Berkembang dengan mandiri sesuai minat serta tak lupa guru juga perlu mendampingi dan mengawasi perkembangan potensi anak baik secara akademik maupun nonakademik.

    Lantas, bagaimana menerapkan sistem pendidikan among dalam situasi pendidikan saat ini?

    • Mengubah Paradigma Lama Tentang Pengajaran

    Sebagai seorang guru, bagaimana sudah seharusnya kita mengubah paradigma atau mindset kita terutama saat mengajar di kelas. Sudah seharusnya pengajaran tak lagi berpusat pada guru melainkan pada peserta didik. Tak lagi mengajar sebatas berceramah dan ulangan. Lebih dari itu, kita harus memahami apa yang diinginkan siswa. Mulai dari terbiasa menggunakan teknologi, membiasakan diri melakukan ice breaking di awal pelajaran, akrabkan siswa dengan tebak-tebakkan yang seru, giatkan literasi, dan ajarkan siswa berperilaku baik dan yang paling penting membiasakan anak tampil lebih kritis adalah cara ampuh untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia saat ini.

    • Melepas bukan berarti membiarkan

    Masalah utama dari gagapnya kita selaku guru untuk memahami arah dan tujuan dari penerapan kurikulum merdeka adalah kurang pahamnya kita sebagai pendidik dalam menerapkan sistem pendidikan among terhadap anak. Seringkali kita menyerahkan segala tugas yang diberikan kepada peserta didik tanpa ada tindak lanjut setelahnya. Tindak lanjut bukan berarti mengadakan sekadar evaluasi semata. Lebih dari itu, kita perlu memelajari terlebih dahulu esensi tentang kurikulum merdeka, tujuan dasar, penerapan, hingga manfaat besar yang nantinya didapatkan peserta didik setelah menerapkan kurikulum tersebut. Dengan begitu, cita-cita pendidikan yang telah dikonsep akan dapat berjalan baik dalam penerapannya di lapangan.

    • Tak hanya menuntur, namun harus siap dituntut

    Dituntut atau menuntut bukan berarti sebatas hal yang berkaitan dengan hukum. Melainkan hal-hal yang berkaitan dengan dedikasi dan motivasi dalam meningkatkan kualitas kompetensi. Kita tentu banyak menuntut peserta didik harus bisa ini dan itu, namun ketika tuntutan itu ditujukan kepada kita selaku pendidik justru yang ada hanya keluh kesah dan omelan akibat ketidakmampuan. Maka dari itu, akrabkan diri untuk senantiasa belajar dan terus secara mandiri maupun kelompok melatih diri terhadap hal-hal baru yang belum didapatkan dalam dunia pendidikan. Belajar tentang cara menyinergikan antara teknologi, pengalaman, dan materi pelajaran dalam sistem pengajaran serta yang tak kalah penting memberikan perhatian optimal kepada peserta didik agar di kemudian hari mereka mampu menjadi manusia merdeka yang siap membawa Indonesia ke arah yang positif di masa depan.

    Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bagaimana dalam sistem pendidikan among, guru memiliki tiga fungsi utama. Di depan, ia menjadi teladan atau contoh yang baik bagi peserta didik. Di tengah, menjadi pendorong atau pemberi semangat. Dan di belakang, mengamati kemajuan peserta didik. Ki Hajar Dewantara juga menekankan agar para guru mendorong peserta didik mengikuti jalur yang benar dengan cara mengilhami dan memotivasi mereka dengan pikiran yang tepat.

    Begitu peserta didik bergerak di jalur yang benar, hendaknya guru berusaha mengupayakan pula setiap kemajuan bagi mereka tanpa banyak campur tangan. Selanjutnya, tugas kita sebagai guru tinggal mengawasi dan membimbing tumbuh kembang mereka. Terakhir, pendidikan akan menghasilkan manusia yang merdeka. Manusia yang secara selaras dan utuh dapat berkembang pemikiran dan kualitas praktiknya dalam kehidupan sehari-hari tanpa campur tangan dan paksaan dari pihak manapun. Memilih masa depan sesuai dengan kemampuan dan tak malas untuk terus belajar dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    [Kamis, 09 Maret 2023] [09:00] Undangan Rapat Kinerja Universitas Semester Genap T.A. 2022/2023
    06/03/2023

    Next post

    The Power Of Netizen
    06/03/2023

    You may also like

    air sumur
    Tips dan Trik Menjernihkan Air Sumur Bor yang Kuning
    13 July, 2026
    listrik
    Pengembangan Listrik Mandiri Sederhana untuk Rumah Pribadi
    11 July, 2026
    Alami
    Memanfaatkan Air untuk Tenaga Listrik Alami: Solusi Energi Ramah Lingkungan
    10 July, 2026

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    https://bktaruna.uma.ac.id/

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area