• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Bagaimana Cara Ketahui Usia Alam Semesta?

    Bagaimana Cara Ketahui Usia Alam Semesta?

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 08/11/2022
    Illustrasi : Bagaimana Alam Semesta Berkembang, Sumber Gambar : Nawacita.co

    Jajaran planet bersama bintang-bintang di galaksi Bima Sakti sudah terhampar luas di alam semesta sekitar 13,8 miliar tahun. Tetapi bagaimana cara mengukur usia tersebut? Kita dapat menentukan usia alam semesta dengan menganalisis cahaya dan jenis radiasi lain yang bergerak dari luar angkasa. Tetapi, tidak semua ilmuwan percaya akan penghitungan itu. Para peneliti terus menyempurnakan jawaban saat teleskop diperbaharui. Pada 1920-an, astronom Edwin Hubble menemukan cara untuk mengetahui hubungan antara jarak suatu objek, berdasarkan berapa lama cahayanya mencapai Bumi dan seberapa cepat ia bergerak menjauh dari kita.

    Bagaimana metrik ini sekarang dikenal sebagai konstanta Hubble, menggambarkan perluasan alam semesta di lokasi yang berbeda, menurut laporan Live Science. Menurut NASA, konstanta Hubble menunjukkan perluasan alam semesta semakin cepat. Salah satu konsekuensi dari temuan ini adalah perkiraan usia alam semesta lebih sulit dibuktikan.Saat ini, alam semesta diperkirakan berusia sekitar 13,8 miliar tahun. Ini ditentukan oleh berbagai kelompok ilmuwan yang mengumumkan temuan mereka pada 2020 setelah mengevaluasi kembali data dari pesawat ruang angkasa Planck, milik Badan Antariksa Eropa. Ilmuwan juga mengelaborasikan dengan data yang diperoleh dari Atacama Cosmology Telescope (ACT) di Chili.

    Hasilnya, semesta berusia kira-kira 100 juta tahun lebih tua dari perkiraan sebelumnya, yang ditentukan oleh data yang dipancarkan kembali dari pesawat ruang angkasa Planck pada 2013.Baik pesawat ruang angkasa dan teleskop telah memetakan latar belakang gelombang mikro kosmik (CMB), yang merupakan sisa cahaya dari Big Bang. Big Bang adalah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta berdasarkan kajian kosmologi, untuk mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta. Dengan menggabungkan data tersebut, dipadukan dengan model yang ada tentang seberapa cepat jenis materi dan benda langit akan muncul, para ilmuwan dapat memperkirakan seberapa jauh kelahiran alam semesta yang eksplosif itu terjadi.

    Para ilmuwan berpikir cahaya dari CMB muncul 400 ribu tahun setelah Big Bang. Alam semesta dimulai sebagai plasma panas, di mana paket cahaya atau foton, melekat pada elektron. Semesta akhirnya cukup dingin untuk foton melepaskan elektron, meninggalkan plasma dan menyebar ke seluruh ruang, membentuk apa yang sekarang dikenal sebagai CMB. Jadi, dengan mengukur seberapa jauh jarak cahaya yang tersebar tersebut, para ilmuwan mendapatkan perkiraan berapa umur alam semesta. “Semakin lebar jarak yang kami ukur hingga photon tersebar hingga saat terkini, semakin tua umur semesta. Itu karena CMB harus berjalan pada jarak yang lebih jauh untuk sampai kepada kita,” kata Steve Choi dari National Science Foundation dan seorang pelajar post doktoral di Cornell University.

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    Sejarah Akuntansi di Indonesia
    08/11/2022

    Next post

    Resmi Jadi CEO, Twitter Ajari Elon Musk Cara Menjadi Pemimpin Baik
    09/11/2022

    You may also like

    Bumi
    Bumi Butuh Peremajaan, Gimana Caranya?
    3 July, 2026
    Sungai
    Pencemaran Air Sungai Mempengaruhi Lingkungan yang Sehat
    2 July, 2026
    Polusi
    Mengatasi Polusi Udara dengan Memperbaiki Lingkungan
    1 July, 2026

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    https://bktaruna.uma.ac.id/

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area