• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Bahasa Menunjukkan Bangsa

    Bahasa Menunjukkan Bangsa

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 17/11/2022

    bahasa

    Salah satu isi  Sumpah Pemuda, Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung persatuan, bahasa Indonesia relatif lebih sulit memaknainya dalam konteks persatuan dan membangun rasa kebangsaan Indonesia dibandingkan kedua butir lainnya. Bagaimana wujud menjunjung persatuan saat ini? Jika bahasa Indonesia dipahami sebatas sarana berkomunikasi  maka semua orang Indonesia bisa berbahasa Indonesia tetapi belum tentu paham berbahasa Indonesia yang baik dan benar

    Semua kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengenalkan, menyebarluaskan dan membiasakan penggunaan kosa kata bahasa Indonesia yang baik dan benar termasuk dalam penggunaan sebagai padanan bagi istilah asing. Kita bisa mencontoh Jepang, Korea, China dan Thailand dalam fanatisme (nasionalisme) penggunaan negaranya. Meskipun pada acara yang bersifat internasional mereka tetap mencantumkan aksara mereka  selain bahasa Inggris. Nasionalsime mereka dalam berbahasa sangat tinggi.

    Pemahaman berbahasa Indonesia yang baik dan benar tentu tidak lepas dari kurikulum yang diberikan sejak pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Mengamati kurikulum pendidikan Indonesia di tingkat sekolah dalam satu dekade terakhir, terlihat Kemendikbud lebih mengedepankan pendidikan literasi bagi siswa. Seharusnya pemahaman mengenai kaidah tata bahasa Indonesia juga perlu mendapatkan porsi yang sama, karena tidak sedikit siswa-siswa kita yang belum paham di mana dan kapan penggunaan bahasa formal dan informal, misalnya penggunaan kata ‘aku’ dan ‘saya’.

    Begitu juga dengan penggunaan istilah yang diadopsi dari bahasa asing, banyak yang tidak menyadari adanya kekeliruan atau ketidaktepatan pemakaian karena kita lebih sering menerjemahkan langsung dari kata asing tersebut, terdengar indah namun minim makna. Seharusnya disaring terlebih dahulu dengan menggunakan kaidah tata bahasa Indonesia. Kita harus membiasakan yang benar bukan membenarkan yang biasa karena kekeliruan yang terus menerus tanpa ada koreksi akan menjadi kebenaran.

    Sebagai contoh misalnya, “Komite Nasional Keselamatan Transportasi”   (KNKT). Sepintas tidak ada yang salah karena istilah tersebut merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, ‘National Transportation Safety Committee (NTSC)’ yang pengertiannya adalah komite yang berurusan atau yang mengurusi  tentang keselamatan transportasi secara nasional.

    Jika menggunakan kaidah tata bahasa Indonesia – dikenal kaidah DM (Diterangkan Menerangkan) – untuk penulisan suatu istilah maka yang benar adalah “Komite Keselamatan Transportasi Nasional”. Sebagai perbandingan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional bukan Badan Nasional Kependudukan dan Keluarga Berencana.

    Begitu juga dengan kata ‘presidensi’  yang akhir-akhir ini kerap kita dengar maupun baca seiring dengan penunjukan negara Indonesia sebagai pemimpin kelompok negara-negara G20. Salah satu judul berita media cetak menuliskan “Presidensi G20 RI Berikan Optimisme”. Perlu diketahui bahwa kata ‘presidensi’ berasal dari bahasa Inggris ‘precidency’ yang artinya jabatan presiden; kepresidenan. Lantas, mengapa kita selalu menggunakan kata ‘presidensi’, apakah tidak ada padanan kata yang lebih tepat dalam Indonesia menggantikan kata ‘presidensi’ tersebut?

    Selain itu, ada juga media yang memuat judul berita “Jepang Dukung Penuh Keketuaan RI di G20”. Pada judul ini ‘presidensi’ diterjemahkan sebagai ‘keketuaan’. Jika merujuk arti ‘precidency’ maka penggunaan ‘keketuaan’ lebih tepat, hanya memang ‘keketuaan’ jarang kita gunakan. Jika kita mengambil pengertian bahwa Indonesia ditunjuk sebagai pemimpin kelompok negara-negara G20 maka kata ‘kepemimpinan’ menjadi lebih tepat. Tentu pembaca akan lebih mudah memahami makna judul berita seperti ini,: “Kepemimpinan RI di G20 Berikan Optimisme” dan “Jepang Dukung Penuh Kepemimpinan RI di G20”.

    Pertumbuhan bahasa Indonesia sering kali tercemar oleh gairah berlebihan penuturnya yang umumnya oleh kaum elite para cendekia dan birokrat yang akhirnya diikuti oleh awam. Meskipun penggunaan bahasa asing bukanlah ancaman bagi eksistensi Indonesia tetapi penggunaan bahasa perlu disesuaikan dengan porsi masing-masing sesuai konteksnya. Penggunaan bahasa Indonesia tetap harus dikedepankan karena kelestarian bergantung pada penuturnya (E Aminudin Aziz).

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    Bahan Skincare yang Bahaya untuk Kulit Remaja
    17/11/2022

    Next post

    Bias Bahasa dalam Akademika
    17/11/2022

    You may also like

    administrasi
    Tips dan Trik Menjalankan Administrasi untuk Perusahaan
    6 July, 2026
    administrasi
    Mengatasi Penumpukan Administrasi Melalui Kerja Keras Pegawai
    4 July, 2026
    Bumi
    Bumi Butuh Peremajaan, Gimana Caranya?
    3 July, 2026

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    https://bktaruna.uma.ac.id/

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area