• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • Cinta Produk Negeri Sendiri

    Cinta Produk Negeri Sendiri

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 09/01/2023

    Cinta

    Kickboxer! Itu adalah salah satu  judul film favorit saya sewaktu remaja. Mengisahkan cinta dua bersaudara Kurt Sloan (Jean-Claude Van Damne) dan Eric Sloan (Dennis Alexio). Eric adalah kampiun kickboxing dan sedang dalam perjalanan menuju Thailand untuk mengikuti kompetisi. Berbeda dengan Kurt yang terlihat cemas dan khawatir akan keselamatan saudaranya, Eric terlihat penuh percaya diri saat akan berhadapan dengan sang juara bertahan, Tong Po (Michel Qissi). Dan, akhirnya kematian Eric di tangan Tong Po membuat Kurt memasang harga mati, membalas kematian saudaranya.

    Kekaguman saya akan sosok Van Damne dengan tendangan berputarnya masih berlanjut dengan tokoh lain seperti Sammo Hung seperti dalam Pedicab Driver, Jackie Chan dalam Fist of Legend, dan Steven Seagal dalam Out for Justice. Saya menyukai film-film Hollywood selain menyajikan aksi yang mengagumkan juga karena harga tiket di bioskop yang waktu itu terbilang murah: Rp500,00 extra show!

    Faktor kegemaran saya akan merek-merek mancanegara masih terus berlanjut hingga kuliah dan bekerja. Mulai dari merek minuman, swalayan, buku, film, koleksi t-shirt, miniatur mobil, parfum, sepatu, jam tangan, hingga klub sepak bola. Tidak sepenuhnya keliru namun juga tidak sepenuhnya benar. Tidak sepenuhnya keliru karena saya punya kesempatan untuk mempelajari nilai-nilai dan tindakan terbaik dari mereka yang terbaik. Tidak sepenuhnya benar karena sesungguhnya ada banyak nilai lokal yang dapat diberdayakan menjadi sebuah kekuatan.

    Love Locally adalah sebuah program cinta kembali pada jati diri. Jika kita adalah orang Indonesia, itu berarti hasrat untuk mengenal, mempelajari, menghargai, dan melestarikan kekayaan alam dan sumber daya manusia: kreativitas, imajinasi, keterampilan menjadi sebuah bagian dari gaya dan cara hidup kita sehari-hari. Sederhananya, jika ada batik kenapa harus membeli mantel?

    Kehidupan pascapernikahan menggeser pengalaman hidup saya. Awal Januari ini, film pertama yang kami tonton berdua adalah Tausiyah Cinta. Saat itu saya masih menantikan rilis Kungfu Panda 3. Tausiyah Cinta berkisah tentang dakwah dan pergaulan dalam sudut pandang Islam. Film dibuka dengan adegan Lefan (Rendy Herpy) yang tengah berada di ruang makan keluarga bersama kakaknya, Elfa (Hidayatur Rahmi). Lefan terkejut saat menanyakan keberadaan Bibi yang ternyata sedang pulang kampung tanpa meminta izin kepada dirinya.

    Foreshadowing terjadi saat Lefan dan Elfa kemudian berselisih paham mengenai peran keduanya di dalam keluarga. Hingga kemudian peristiwa itu berdampak pada konflik batin Elfa. Kepulangan terlebih dulu sang Ibu, diiringi ketidakberdayaan sosok sang Papa, dilanjutkan dengan kepergian sang Kakak, Elfa, menghadap sang Kuasa menjadi tragedi tokoh Lefan dalam nine act character.

    Pertemuan Lefan dengan Azka (Hamas Syahid) dibalut plot yang memaksimalkan peran keduanya mengingatkan pada sosok Steve Jobs dan Steve Wozniak ala Apple. Perpaduan inovator jenius dan eksekutor mumpuni menjadikan film ini lebih dari sekadar kumpulan dialog dan gerak, melainkan peluang untuk menciptakan ruang baru bagi inovasi dalam konteks khusus adalah skenario dan dalam arti luas adalah positioning perusahaan (baca: Rumah Zakat dan Insan Cendekia Madani). Ke depan, konten cerita bisa jadi memiliki kemiripan ala The Devil Wears Prada-nya David Frankel (2006) yang mengarah pada model komunikasi pemasaran (corporate story telling) New York dan Perancis sebagai kiblat dunia mode.

    Kehadiran Azka menggeser cara pandang dan cara hidup Lefan. Ada sosok yang tepat untuk berbagi cerita, mengelola projek bisnis, dan bertukar wawasan tentang Allah dan keislaman. Penceritaan tokoh Lefan menjadi daya hipnotis. Tidak disebabkan karena dominasi pemunculannya hampir di setiap babak penceritaan. Dialog sederhana di awal film antara Lefan dan Elfa-lah yang menjadi penggerak utama bagi pemunculan tokoh-tokoh inti berikutnya. Lefan hadir mewakili citra generasi-Y yang mapan secara finansial dengan sentuhan relijius yang minimalis. Ia bukan sosok yang secara fisik merupakan ejawantah dari para penyeru dakwah, yang identik dengan gamis, kain, jenggot, dan Alquran. Namun, ia tampil sebagai sosok yang memiliki level kebijaksanaan mendekati sempurna.

    Pencerahan yang Lefan temukan di bagian akhir penceritaan dengan memegang nisan tempat peristirahatan terakhir sang Ibu, mengingatkan pada sosok Santiago dalam mahakarya Paulo Coelho The Alchemist (1993), “Takdir adalah apa yang selalu ingin kau capai. Semua orang, ketika masih muda, tahu takdir mereka, pada titik kehidupan itu, segalanya jelas, segalanya mungkin. Mereka tidak takut bermimpi, mendambakan segala yang mereka inginkan terwujud dalam hidup mereka. Tapi dengan berlalunya waktu, ada daya misterius yang mulai meyakinkan mereka bahwa mustahil mereka mewujudkan takdir tersebut”.

    Di sisi lain, meski ditampilkan mewakili karakter pemuda muslim sejati: tampan, hafidz, mapan, pecinta masjid, dan tenang, Azka masih belum mencapai titik bijak dalam menyikapi ujian kehidupan. Level kesalihannya masih berada di ambang permukaan. Meskipun begitu, inilah sisi kecil yang ingin disampaikan dengan cara sederhana oleh sang produser bahwa untuk konteks kekinian, kesalihan seorang pemuda tidak lagi menjadi indikator utama bagi kebaikan karakternya. Kita kehilangan begitu banyak sosok pemuda seperti Azka yang selalu berusaha menjaga hafalan Quran-nya. Kita juga kehilangan keteladanan dalam konteks kelembagaan maupun korporasi, yang masih mampu menyatukan tujuan hidup dan perilaku keislaman. Kalaupun ada, tak lebih sebatas nilai-nilai yang absurd dan tanpa diiringi penilaian hasil (baca: key performance index) yang jelas.

    Level tertinggi kepemimpinan dalam sudut pandang Allah terdapat pada sosok Elfa. Dialog ringkasnya dengan Lefan di bagian pembuka film, dan sisi kehidupan Elfa dalam menjaga amanah din al Islam sangat mewakili sunatullah yang mengiringi ujian para pejuang dakwah. Pemahaman akan fikih prioritas inilah yang menjadi pembeda antara mereka yang matang secara pemikiran Islam (baca: Elfa) dan yang belum tersentuh oleh pemahaman Islam (baca: Lefan).

    “Katakanlah, ‘jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.'” TQS Attaubah: 24.

    Allah takdirkan para hamalud dakwah ini kembali memeluk-Nya sebagai sosok para syuhada yang terlelap untuk yang terakhir kalinya dalam keadaan usai lantunkan syair cinta untuk sang Pencipta, bersama kitab Allah dalam dekapan jemari tangannya. Persis seperti Elfa. Sebuah olah dramaturgis yang sempurna.

    Selain film, saya juga mulai menjauh dari waralaba mancanegara. Kalaupun harus membeli, sekarang saya lebih sering mengunjungi waralaba lokal seperti Blenger Burger atau Makaroni Ngehe. Sebulan sekali, saya sering menyambangi Soto Uhamka di bilangan Kebayoran Baru. Dari mana saya mengetahuinya? Istri saya. Istri sayalah yang memperkenalkan saya untuk lebih dekat dengan produk-produk dan jasa lokal: baik untuk alasan lokasi, kesehatan, cita rasa, maupun keuangan.

    Akhir-akhir ini saya terngiang dengan sebuah iklan di sebuah siaran di radio swasta tentang pentingnya menjadi pahlawan bagi ratusan ribu usaha kecil dan menengah di Indonesia. Apa yang bisa kita lakukan? Membeli salah satu produknya atau jika berinisiatif dengan menjadi wirausahawan baru mengikuti langkah mereka.

    Cinta produk Indonesia dapat menjadi gambaran betapa besarnya rasa cinta masyarakat pada bangsa ini. Bayangkan, ketika seluruh rakyat Indonesia dengan penuh kesadaran mengkonsumsi produk-produk buatan lokal di tengah derasnya arus barang impor dari luar negeri. Secara tak langsung, konsumsi yang begitu besar akan meningkatkan pendapatan pengusaha lokal bahkan pendapatan nasional. Diharapkan pula dengan keuntungan tersebut pelaku usaha akan terus meningkatkan mutu produk-produknya sebagai timbal balik dari kepercayaan publik dalam negeri. Selain itu, permintaan produk lokal yang tinggi tentu menuntut peningkatan jumlah produksi yang juga akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi jutaan rakyat Indonesia.

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    [Selasa, 10 Januari 2023] [09:00] Undangan Rapat Bidang Inovasi, Kemahasiswaan dan Alumni
    09/01/2023

    Next post

    Pelajaran Tentang Pluralitas
    10/01/2023

    You may also like

    cara memanfaatkan aki bekas untuk listrik mandiri
    Cara Memanfaatkan Aki Bekas untuk Listrik Mandiri
    14 July, 2026
    air sumur
    Tips dan Trik Menjernihkan Air Sumur Bor yang Kuning
    13 July, 2026
    listrik
    Pengembangan Listrik Mandiri Sederhana untuk Rumah Pribadi
    11 July, 2026

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    https://bktaruna.uma.ac.id/

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area