• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Fungsi & Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan & Staff
    • Program Kerja
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • Form Booking Ruangan
    • Aplikasi
      • Susitao
      • Sitori
    • Arsip Digital
      • Arsip Surat
      • Arsip Peminjaman
      • Arsip Surat Gaji Tertunda
    • Helpdesk BKTaruna
    • Jadwal Kegiatan
    • Permohonan Pemakaian Ruangan
    • Jadwal Gedung
    • KOP SURAT
    • Sarana Kampus
  • SARANA
    • PRASARANA
      • Laboratorium
      • Kebun Percobaan
      • Asrama Kampus
      • Gelanggang Serbaguna
      • Sarana Olahraga
      • Masjid Kampus
      • Bus Kampus
      • Lokasi Parkir
      • Foto Kegiatan
      • Taman Hutan Raya (TAHURA)
  • ARSIP
Biro Pengelolaan Keuangan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi dan Misi
      • Fungsi & Tujuan
      • Struktur Organisasi
      • Pimpinan & Staff
      • Program Kerja
    • BERITA KEGIATAN
    • KERJASAMA
    • LAYANAN & INFORMASI
      • Form Booking Ruangan
      • Aplikasi
        • Susitao
        • Sitori
      • Arsip Digital
        • Arsip Surat
        • Arsip Peminjaman
        • Arsip Surat Gaji Tertunda
      • Helpdesk BKTaruna
      • Jadwal Kegiatan
      • Permohonan Pemakaian Ruangan
      • Jadwal Gedung
      • KOP SURAT
      • Sarana Kampus
    • SARANA
      • PRASARANA
        • Laboratorium
        • Kebun Percobaan
        • Asrama Kampus
        • Gelanggang Serbaguna
        • Sarana Olahraga
        • Masjid Kampus
        • Bus Kampus
        • Lokasi Parkir
        • Foto Kegiatan
        • Taman Hutan Raya (TAHURA)
    • ARSIP

    artikel

    • Home
    • Blog
    • artikel
    • 6G Cina 100 Kali Lebih Cepat dari 5G, Amerika Bakal Rugi Besar ?

    6G Cina 100 Kali Lebih Cepat dari 5G, Amerika Bakal Rugi Besar ?

    • Posted by BKTARUNA UMA
    • Categories artikel
    • Date 15/12/2022
    6G 100 Kali Lebih Cepat Dari 5G

    6G 100 Kali Lebih Cepat Dari 5G

    Peneliti Cina menyatakan telah mencapai rekor kecepatan streaming data menggunakan 6G. CEO Ericsson Börje Ekholm menilai, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa rugi, jika Tiongkok membuat standardisasi 6G. Para peneliti di Cina menguji coba 6G dengan kecepatan transmisi data 1 terabye (TB) dalam satu detik. Ini 100 kali lebih cepat ketimbang 5G.

    Tim peneliti itu dipimpin oleh Profesor Zhang Chao, dari sekolah teknik kedirgantaraan di Universitas Tsinghua di Beijing.

    Mereka membuat jalur komunikasi nirkabel eksperimental di kompleks Olimpiade Musim Dingin Beijing bulan lalu. Infrastruktur ini dapat mengalirkan lebih dari 10 ribu umpan video langsung berkualitas baik atau HD secara bersamaan.

    “Ini dimensi baru transmisi nirkabel”, kata Zhang dan kolaboratornya dari Universitas Shanghai Jiao Tong dan China Unicom dalam pernyataan resmi, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), akhir pekan lalu (10/2).

    Mereka mengatakan, eksperimen itu menunjukkan bahwa Cina memimpin dunia dalam penelitian tentang 6G. Ini dianggap sebagai teknologi kunci yang potensial.

    Zhang menjelaskan, perangkat seluler yang ada saat ini menggunakan gelombang elektromagnetik yang menyebar seperti riak di kolam. Naik turunnya gelombang ini, dari sudut pandang matematis, hanya memiliki dua dimensi.

    Sedangkan pusaran gelombang elektromagnetik yang diuji coba terkait 6G, memiliki bentuk tiga dimensi atau seperti angin puting beliung. Gelombang ini meningkatkan bandwidth komunikasi secara besar-besaran.

    Potensi putaran gelombang radio pertama kali dilaporkan oleh fisikawan Inggris John Henry Poynting pada 1909. Tetapi pemanfaatannya belum terbukti.

    Kemudian, para peneliti di Eropa melakukan eksperimen komunikasi paling awal menggunakan gelombang pusaran pada 1990-an. Pada 2020, tim di perusahaan Nippon Telegraph and Telephone di Jepang menguji coba dengan kecepatan 200 Gigabyte per detik (Gbps).

    Tantangan utamanya yakni ukuran gelombang yang berputar meningkat seiring dengan jarak. Sinyal yang melemah membuat transmisi data berkecepatan tinggi menjadi sulit dilakukan.

    Tim di Cina pun membangun pemancar unik untuk menghasilkan sinar pusaran yang lebih terfokus. Alat ini diklaim dapat membuat gelombang berputar dalam tiga mode berbeda untuk membawa lebih banyak informasi.

    Mereka juga mengembangkan perangkat penerima berkinerja tinggi yang dapat mengambil dan memecahkan kode data dalam jumlah besar dalam satu pemisahan.

    Seorang peneliti pemerintah yang mempelajari teknologi 6G di Shenzhen mengatakan, uji coba di Beijing bisa menjadi awal dari revolusi dalam teknologi komunikasi.

    “Hal yang paling menarik bukan hanya tentang kecepatan. Ini tentang memperkenalkan dimensi fisik baru, yang dapat mengarah ke dunia yang sama sekali anyar dengan kemungkinan yang hampir tak terbatas,” kata peneliti.

    Dia meminta untuk tidak disebutkan namanya karena terlibat dalam proyek penelitian rahasia dengan perusahaan telekomunikasi terbesar di Cina.

    Meski begitu, pemerintah Cina dan industri telekomunikasi akan berfokus terutama pada penerapan massal 5G di tahun-tahun mendatang. Ini karena teknologi gelombang milimeter yang ada semakin matang dengan biaya yang semakin menurun.

    Sedangkan peluncuran komersial 6G diperkirakan pada 2030. “Militer dapat mengadopsi teknologi ini lebih awal karena mereka lebih peduli pada kinerja daripada biaya,” katanya.

    6G Cina Akan Kalahkan Amerika ?

    Amerika Serikat dan Jepang mengumumkan program US$ 4,5 miliar pada April 2021 sebagai upaya bersama untuk melawan kemajuan pesat Cina dalam teknologi 6G.

    Survei Nikkei dan perusahaan riset Cyber ​​Creative Institute yang berbasis di Tokyo pada September 2021 menunjukkan, Cina memiliki lebih dari 40% pengajuan paten 6G dunia. Sedangkan AS 35%, Jepang 10%, Eropa 9%, dan Korea Selatan 4%.

    CEO Ericsson Börje Ekholm pernah mengatakan, negara-negara Barat seperti AS dan Eropa rugi jika Cina membuat standardisasi 6G sendiri. Menurutnya, Tiongkok akan membentuk ekosistem teknologi khusus.

    “Ekosistem Cina akan menjadi pesaing tangguh bagi Barat,” kata Ekholm dalam wawancara eksklusif dengan Light Reading dikutip dari Telecoms, tahun lalu (25/8/2021).

    Menurutnya Cina memiliki keunggulan dari sisi riset dan pengembangan (R&D) bidang teknologi telekomunikasi. “Meskipun investasi 5G kuat di AS, kurang jelas apakah ekosistem Barat akan mengikuti pengeluaran R&D yang besar di Asia, khususnya Cina,” kata Ekholm.

    Pemisahan ekosistem teknologi antara AS dan Cina pun tengah terjadi. AS melarang vendor telekomunikasi Tiongkok, seperti Huawei, di banyak pasar. Negeri Paman Sam juga membujuk Eropa melakukan hal serupa.

    Hal itu berdampak juga ke Ericsson, yang pangsa pasarnya menurun di Cina. Ini karena Swedia memblokir jaringan 5G Huawei.

    Meskipun di satu sisi, Ericsson bisa menggaet lebih banyak pasar di Eropa dan AS yang ditinggal oleh Huawei.

    • Share:
    author avatar
    BKTARUNA UMA

    Previous post

    Pentingnya Komunikasi di Tempat Kerja Bagi Karyawan
    15/12/2022

    Next post

    8 NFT Marketplace Terbaik di Dunia Ini Banyak Digunakan
    15/12/2022

    You may also like

    Alami
    Memanfaatkan Air untuk Tenaga Listrik Alami: Solusi Energi Ramah Lingkungan
    10 July, 2026
    segar
    Tips Udara Ruangan agar Lebih Segar: Cara Mudah Menciptakan Lingkungan yang Sehat dan Nyaman
    9 July, 2026
    dokumen bekas
    Pemanfaatan Dokumen Bekas untuk Pembuatan Pupuk Organik
    8 July, 2026

    Instagram

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    Lokasi

    https://bktaruna.uma.ac.id/

    • Helpdesk
    • [email protected]

    KAMPUS I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate /Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    KAMPUS II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 PDAI | Universitas Medan Area