Berkompetisi dalam Dunia Perdagangan
- Posted by BKTARUNA UMA
- Categories artikel
- Date 26/12/2023

Sejak saya masih duduk di bangku SD, saya sudah terlibat dalam kegiatan berdagang. Meskipun saat itu kemampuan saya dalam menggambar tidak begitu baik, saya mulai menjual karya berupa gambar kartun pada selembar kertas putih kepada teman-teman sebaya. Awalnya, ide ini muncul setelah saya mendapatkan hadiah ulang tahun berupa alat menggambar yang unik dan lengkap dari ibu, termasuk penggaris dengan berbagai bentuk karakter kartun yang populer di kalangan anak-anak seusia saya. Saat itu, di lingkungan sekolah, belum ada teman yang memiliki alat sejenis. Oleh karena itu, saya menawarkan jasa berkompetisi menggambar untuk mereka. Satu lembar kertas yang sudah tergambar dijual dengan harga 200 perak (tahun 2002). Saya sangat senang, terutama saat mendapat pujian dari teman-teman atas karya saya. Hal tersebut membuat semangat saya semakin berkobar, dan saya terus ingin menggambar. Namun, seperti halnya setiap tren, kesuksesan ini memiliki masa kejayaannya. Seiring berjalannya waktu, teman-teman saya mulai memiliki peralatan menggambar sendiri, dan usaha saya mulai sepi. Mereka lebih memilih untuk belajar menggambar secara mandiri.
Waktu itu, perasaan saya biasa saja karena saya tidak terlalu membutuhkan uang dan hanya melakukan itu sebagai hobi. Ceritanya berbeda jika hal itu terjadi sekarang. Mungkin saya akan merasa pusing memikirkan cara untuk meningkatkan daya beli konsumen terhadap barang yang saya jual, karena sekarang saya berdagang dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan. Seiring bertambahnya usia, kita mulai mempertimbangkan cara untuk menghasilkan uang, baik melalui pekerjaan, menggali potensi passion yang ada dalam diri, berkompetisi usaha, atau bekerja di perusahaan, dan berbagai metode lainnya. Qadarullah, hingga saat ini, saya masih aktif berdagang baik secara online maupun offline. Daripada merintis, ternyata tantangan terbesar dalam dunia usaha adalah menjadikannya berkembang. Bagaimana menjaga agar bisnis kita terus tumbuh dan tidak tertinggal atau kalah dalam persaingan menjadi hal yang kompleks. Dalam lingkungan pedagang, ada yang menerapkan sistem bersaing yang sangat ketat, bahkan sampai mencuri pelanggan, menurunkan harga, atau bahkan melakukan tindakan tidak fair. Namun, di sisi lain, ada juga yang saling mendukung dengan berbagi rezeki, memberikan dukungan dengan mengendorse produk teman, bahkan membantu mengarahkan pembeli saat stok kita habis. Hal yang perlu kita lakukan adalah:
- Pahami dengan baik produk yang kita tawarkan, memiliki pemahaman mendalam tentang materinya, dan ajukan penawaran dengan jujur kepada calon pembeli. Insya Allah, keberkahan akan mengikuti, dan sebagai bonus, kita akan mendapatkan loyalitas dari konsumen.
- Terus lakukan promosi; jangan hentikan usaha untuk menarik minat konsumen baru setiap hari. Berikan diskon, hadiah merchandise, dan berbagai inisiatif lainnya.
-
Pertahankan sikap ramah; meskipun saya pernah bertemu dengan pedagang yang terlihat “galak,” namun dagangannya tetap diminati. Meski terasa menggelitik untuk berguru kepada mereka, sebaiknya kita tetap bersikap ramah. Meskipun melewati hari yang melelahkan, senyum dan pelayanan terbaik kepada pembeli tetap menjadi prioritas.
You may also like
Cara Meningkatkan Produktivitas Tanpa Harus Bangun Pagi
Produktif nggak selalu harus bangun pagi kok. Yang penting itu ngatur energi, bukan jam alarm. Ini beberapa cara meningkatkan produktivitas tanpa maksa jadi “morning person” 😄 1. Kenali Jam Emas Versi Kamu Ada orang yang otaknya baru “nyala” siang atau …
Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Anak Muda
Anak muda itu kreatif dan berani ambil risiko—sayangnya, urusan uang sering jadi korban 😅Ini kesalahan finansial yang paling sering dilakukan anak muda, plus sedikit konteks biar relate: Tidak Punya Anggaran (Budgeting) Uang datang, uang pergi. Tanpa tahu ke mana perginya.Banyak …
Apa Itu AI dan Bagaimana Dampaknya bagi Kehidupan Sehari-hari
AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan adalah teknologi yang memungkinkan mesin atau sistem komputer meniru cara berpikir dan belajar manusia. AI bisa mengenali pola, memahami bahasa, membuat keputusan, bahkan belajar dari pengalaman tanpa harus diprogram ulang secara manual. Contoh Sederhana …

