5 Faktor Mengapa Startup Sukses

Perkembangan teknologi membuat masyarakat berbondong-bondong membuat anak muda untuk terjun ke dunia startup. Mungkin, mereka kebanyakan berpikir dapat mengadu nasib dan menjadi orang yang memberi dampak lebih secara sosial dan ekonomi. Sebut saja Gojek, dari awal ojek pangkalan berujung hadir hampir di seluruh Kota di Indonesia. Anak usahanya, Gopay juga menjadi penunjang inklusi keuangan di Indonesia dengan metode pembayaran lebih cepat. Tetapi tidak semua startup bisa sukses, sebut saja Zomato, Airy, atau Blanja dinyatakan tutup di Indonesia. Jadi, apa alasan startup bisa sukses? Berikut faktor yang bisa anda pertimbangkan.
1.Waktu
Kehadiran sebuah startup di masyarakat sangat perlu diperhitungkan. Ingatkah anda, kehadiran grab dan gojek sempat menjadi ricuh dimana banyak ojek pangkalan mengadakan demo atas kehadirannya? Masyarakat yang belum teredukasi dan regulasi menjadi penentu apakah startup itu dapat bertahan di masyarakat. Namun itu hanya berlaku saat tahun 2015, dimana Gojek menjadi pelopor medobrak budaya masyarakat menjadi melek digital.
Saat ini pertanyaan yang perlu dijawab hanya, Apakah startup ini dibutuhkan oleh masyarakat sekarang? Apakah startup dengan ide dan model bisnis seperti ini sudah menjamur? Apakah startup ini cocok untuk debut di kondisi perekonomian sekarang? dan banyak pertanyaan lainnya. Faktor pendukung adalah masyarakat yang sudah pintar menggunakan teknologi. Salah satu startup yang mendapat berkah dari corona adalah Netflix. Masyarakat yang membutuhkan hiburan karena harus berdiam di rumah menjadi peluang bagi penyedia video/film streaming ini.
2. Tim/eksekusi
Tim yang baik adalah tim yang dapat mengeksekusi peluang kehadiran startup. Gojek yang awalnya ditolak, berhasil mengedukasi masyarakat secara langsung. Gopay yang hadir ditengah masyarakat, juga hasil dari eksekusi tim untuk membuat produknya diterima di masyarakat. Kehadiran tim sangat penting dalam membuat startup, setidaknya bertahan meskipun belum mendapat pendanaan sama sekali.
3. Ide
Banyak yang berpikir ide akan menjadi alasan pertama mengapa sukses. Sayangnya tidak sama sekali. Sebagai pengingat startup WeWork, sebagai perusahaan penyedia ruang kerja bersama pertama dan terkemuka terpaksa tutup karena corona menerjang dan masyarakat terpaksa kerja dari rumah. Sangat disayangkan karena ide ruang kerja bersama menggantikan kantor yang monoton sangat menarik. Itulah sebabnya “waktu” menjadi faktor pertama mengapa startup bisa sukses.
4. Model bisnis
Urutan ke-empat diisi model bisnis. Sebagai contoh, model bisnis untuk e-commerce meliputi business to consumer (B2C), business to business (B2B), business to consumer (B2C), consumer to consumer (C2C), business to government (B2G). Di e-commerce juga ada fokus platform seperti take rate, fulfillment, dan merchant solution. Mungkin Isitilah ini akan dijelaskan lebih lanjut di artikel lainnya. Tetapi, dari sini anda dapat melihat model bisnis diperlukan tetapi merupakan pilihan bagaimana anda ingin mengeksekusi jalan startup kedepan. Tidak jarang, startup merubah model bisnis ditengah jalan setelah mengetahui respon masyarakat. Terjun dulu dan dikenal lalu ubah haluan seperti tiktok.
5. Pendanaan
Pendanaan berada di posisi terakhir. Anda perlu menciptakan ide, konsep bisnis dan waktu yang pas terlebih dahulu sebelum launching startup. Setelah launching, sudah kewajiban agar startup dapat bertahan dan setidaknya mendapat MVP dari masyarakat. Pendanaan menjadi opsi terakhir setelah startup ternyata diterima dengan baik di masyarakat. Sekarang sangat banyak perusahaan ventura yang dapat memberikan pendanaan dan perusahaan yang menjembatani antara startup dan investor. Semuanya tergantung pada model bisnis dan perkembangan startup anda setelah launching tadi. Setidaknya anda tau sekarang, apa yang perlu dipersiapkan kelak !

